Sudah mendekati pergantian tahun nih, enaknya merencanakan agenda gowes kemana ya?
Kali ini Goweswisata mencoba berekspansi mengunjungi kota tetangga yaitu Kota Solo, Propinsi Jawa Tengah
Sebenarnya agenda gowes kali ini tidak direncanakan alias serba mendadak karena sebelumnya saya sudah merencanakan agenda gowes ke destinasi lainnya, tetapi karena manusia hanya bisa berencana namun Tuhan yang menentukan (mungkin juga perjalanan awal ditunda karena kami harus mempersiapkan segala sesuatunya lebih matang lagi, positif thinking sajalah pasti Tuhan punya rencana lain yang lebih indah buat kami hehe), akhirnya Kota Solo here we come...:)
Day 1
Kami (saya dan pasangan saya Agitya Andiny K) start dari basecamp goweswisata sekitar jam 06.15 WIB dengan mengambil rute melalui Jalan Jogja-Solo, pertimbangannya karena rute tersebut cenderung flat sehingga tidak akan terlalu berat untuk gowes jauh dengan membawa beban di pannier masing-masing, satu-satunya yang harus diwaspadai adalah karena rute tersebut banyak dilalui oleh kendaraan bermotor, bus dan truk yang tentunya mengemudi dengan sangat cepat (perjalanan ini juga merupakan bagian dari latihan untuk agenda gowes jauh kami berdua kedepannya)
Jalan Jogja-Solo dipagi hari lumayan sudah terlihat ramai, entahlah apakah mungkin karena sudah mendekati pergantian tahun sehingga banyak orang yang memilih mengambil cuti lebih awal supaya bisa liburan dengan keluarga mereka masing-masing, tapi ya sekarang kami pun juga menjadi bagian dari arus lalu lintas yang ramai ini
Gapura penanda perbatasan antara DIY dan Propinsi Jawa Tengah pun menjadi pemberhentian pertama kami untuk sekedar berfoto-foto ria hehe...namanya juga goweswisata jadi kami pun menikmati setiap kayuhan perjalanan ini tanpa terpaku target waktu
Selepas perbatasan DIY-Jawa Tengah kami kembali mengayuh sepeda menyusuri jalanan Kabupaten Klaten, menikmati suasana dan aktivitas warga setempat yang bertani atau menuju ke pasar serta anak-anak yang berangkat ke sekolah dengan menggunakan sepeda merupakan suatu pemandangan yang menurut saya sangat humanis dan mulai sangat jarang saya lihat di perkotaan. Kondisi jalan masih cukup bagus hingga kami tiba di Museum Gula Gondang Winangoen
Dari Museum Gula kami melanjutkan perjalanan sampai tiba di monumen Kota Klaten, kami memutuskan belok ke kanan melewati jalan alternatif dan tidak memasuki jalan dalam kota untuk menghindari macet, dari jalan alternatif tersebut nantinya kami akan keluar tepat setelah jalan dalam Kota Klaten untuk kemudian masuk lagi mengikuti Jalan Jogja-Solo, dari sini kondisi jalanan mulai agak bergelombang terutama di sisi paling pinggir, yaitu sisi yang kami (para pesepeda) gunakan
Dan akhirnya Goodbye Klaten...Welcome Solo
Oya sebelum perjalanan ini dimulai, saya sudah menghubungi salah seorang teman di Kota Solo untuk menanyakan apakah sekiranya kami bisa beristirahat semalam di rumahnya, sehingga esok harinya kami bisa menjelajah Kota Solo sebelum akhirnya kami melanjutkan perjalanan pulang, dan untunglah ia mempersilahkan kami untuk beristirahat serta memberikan alamat rumah serta patokan-patokan jalan supaya kami tidak tersesat (namun tetap saja kami agak bingung dengan patokan-patokan tersebut, untunglah saya membawa kompas)
Setibanya di rumah teman saya (Saviina Citra Amalia), kami mulai unpacking semua panniers yang menempel di sepeda masing-masing, beristirahat sejenak sebelum mandi menyegarkan diri. Kami tiba di rumahnya sekitar pukul 1 siang, rencananya setelah mandi saya dan Agit ingin berkeliling Kota Solo, sekedar melihat sepintas saja bagaimana kota ini, tetapi karena cuaca berubah mendung dan tidak lama kemudian hujan pun turun hingga malam hari, akhirnya kami pun terpaksa mengurungkan niat berkeliling hari ini dan mungkin jika besoknya cuaca cerah maka kami pun akan berkeliling sekaligus sebelum kami lanjut pulang meninggalkan kota ini
baiklah hari ini cukup dengan recovery beristirahat sejenak, Goodnight all
Day 2
Goodmorning everybody :)
Alarm jam di Hp saya berbunyi sekitar pukul 04.15 WIB, hujan yang turun semalaman cukup membuat suasana kamar menjadi dingin dan cenderung membuat malas, lebih nyaman untuk tidur berselimut, tapi dengan berat mata yang masih 5watt saya pun akhirnya bangun dan beranjak ke kamar mandi (menunaikan panggilan alam sekaligus mandi), terbukti air dingin memang ampuh untuk membuat mata melek hehe...
Setelah beres-beres packingan selesai, sekitar pukul 06.00 WIB kami pun sudah siap untuk melanjutkan perjalanan ini, Citra membekali kami dengan masing-masing sebungkus nasi liwet khas Solo, setelah berpamitan dengan keluarganya dan tidak lupa mengucapkan banyak terimakasih karena sudi direpotkan oleh kami (sepasang goweser yang koplak) kami pun lanjut mengayuh sepeda menuju jalanan dalam Kota Solo
Kota Solo di hari Minggu pagi, seperti kebanyakan kota besar lainnya di Indonesia, setiap hari minggu di Kota ini juga diadakan kegiatan Car Free Day, dimana sebagian ruas jalan utama di kota ini ditutup sementara hingga pukul 09.00 WIB supaya warga dapat memanfaatkannya sebagai sarana berolahraga maupun berinteraksi dengan lainnya (mungkin lebih tepat jika disebut Car Free Hours, karena "it's not full 1 day but only a couple of hours), tetapi bagaimanapun juga kegiatan ini lumayan mendapat apresiasi dari warganya, terbukti dengan ramainya mereka yang berolahraga, bersepeda, senam taichi, senam aerobik, bersepatu roda, jogging, maupun yang hanya sekedar cuci mata dan numpang narsis hehe...:)
Walaupun Kota Solo dan Yogyakarta terbilang cukup dekat dan mempunyai kultur budaya yang mirip namun ada perbedaan yang saya rsakan saat saya bersepeda mengelilingi kota ini, entahlah mungkin dari aktivitas warga lokal atau sistem tata kotanya tetapi terasa jelas bahwa kota ini mempunyai cirinya sendiri
City walk yang dibuat di Kota ini sangat menarik perhatian saya, jika city walk seperti ini diterapkan di kota-kota lainnya tentunya orang juga akan tertarik berjalan kaki untuk jarak dekat daripada menggunakan kendaraan bermotor, yang tentunya secara otomatis juga akan mengurangi kemacetan dan polusi, mungkin hanya tinggal memperluas jangkauan dan penambahan armada transportasi massal saja maka masalah kemacetan yang lazim terjadi di Kota-kota besar akan dapat teratasi
Dari kegiatan CFD (Car Free Day) saya mencoba mengunjungi Alun-alun dan Keraton yang juga terdapat di Kota ini, kebetulan pada bulan ini juga diadakan even Sekaten seperti halnya yang ada di Yogyakarta. Karena bertepatan dengan hari libur maka Sekaten pun sudah dibuka sejak pagi, perbedaan dengan Sekaten yang ada di Jogja mungkin dalam hal penataan dan jenis lapak dagangan yang ada, di Sekaten Solo masih banyak pedagang yang menjual celengan-celengan dari tanah liat, pot-pot, serta peralatan masak, sedangkan untuk hiburannya sendiri kurang lebih sama dengan Sekaten yang ada di Jogja
Kami juga berkeliling mengandalkan GPS dan kompas untuk melihat kota ini, selama kita masih gowes atau traveling di Indonesia, sebagai warga lokal kita tidak perlu takut tersesat, karena kita masih menggunakan bahasa yang sama, sehingga seandainya bingung maka cukup bertanya saja, tenang saja orang-orang disini pun cenderung ramah dan memberitahu kita arah tujuan yang kita tanyakan
Depan pintu masuk Keraton Solo
Museum Keraton
Ini apaan Ya?
Alun-alun Solo
Setelah berkeliling dalam kota dan saya rasa cukup untuk hari ini, maka sudah waktunya kami melanjutkan perjalanan ini, Terimakasih Kota Solo atas keramahan dan pengalaman baru yang kami dapatkan, mungkin inilah yang membuat kami menyukai kegiatan bersepeda touring karena setiap harinya setiap kami singgah ke Kota yang baru yang belum pernah kami kunjungi maka selalu ada pengalaman-pengalaman baru serta teman-teman baru yang kami dapatkan
Beginilah kenikmatan Touring yang kami (goweswisata) rasakan, bukan sekedar ingin mematahkan rekor waktu, jarak tempuh, ataupun mendapatkan pujian dari orang lain, tetapi apa inspirasi yang bisa kami dapatkan dari setiap perjalanan (walaupun hanya jarak dekat sekalipun) yang kemudian bisa kami ceritakan kembali di blog ini, dan semoga setiap cerita perjalanan kami bisa juga menginspirasi para pembaca lainnya untuk memulai cerita petualangannya masing-masing
Okay time to move on, see you soon...maybe on the road
nb : terimakasih untuk Saviina Citra Amalia dan Keluarga, serta orang-orang yang kami temui selama perjalanan ini yang telah memberikan suport (baik sekedar acungan jempol maupun lainnya), karena support dari kalianlah maka perjalanan ini bisa terus berlanjut
Showing posts with label Solo. Show all posts
Showing posts with label Solo. Show all posts
Wednesday, 24 December 2014
Monday, 19 May 2014
1 Day Trip Jogja-Solo-Jogja
Kalau melihat dan membaca judul post diatas pasti pembaca sudah bisa menebak bahwa perjalanan gowes kali ini adalah perjalanan iseng yang dilakukan sama orang yang kurang kerjaan hehe...
Jadi awalnya karena saya bingung nentuin enaknya gowes kemana lagi ya yang rutenya aman dan bersahabat tapi belum pernah, akhirnya terlintas deh buat jajal latihan touring short trip dengan jarak yang tidak terlalu jauh (PP sekitar 130km)
akhirnya 2 hari sebelumnya mulai deh saya sibuk sms dan kontak-kontak anggota lain (yang sama-sama kurang kerjaan)buat ngajakin mau ikut ga perjalanan gowes iseng ini, itung-itung sekalian pemanasan dengkul kali ja kedepannya jadi ada yang keracunan memulai perjalanan touring yang lebih jauh lagi, syaratnya selain gowes tertib yaitu dengan latihan membawa semua perlengkapan (gear) yang biasa dibawa sama pesepeda touring lain pada umumnya, dan kita juga bisa latihan endurance membawa beban banyak dan gowes dengan kecepatan yang konstan
akhirnya pada hari-H terkumpulah 4 manusia ga ada kerjaan yang penasaran ingin mencoba perjalanan gowes iseng ini. Kami start sekitar pukul 06.00 WIB (tadinya rencana start jam 05.30 tapi ya karena ngaret sudah menjadi budaya bangsa maka start sesungguhnya jadi molor setengah jam hehe...), dengan titik kumpul dari depan Rodalink jalan Janti
Rute yang dipilih tentu saja melalui jalan Jogja-Solo kearah timur, dengan pertimbangan rutenya full aspal dan cuma lurus datar saja sampai bosan. Di awal perjalanan rombongan pun mampir sebentar ke tukang pompa ban untuk isi angin
mompa ban tidak lupa foto-foto narsis dulu hehe...
setelah urusan pompa-memompa kelar, langsung lanjut gowes lagi terus saja kearah timur menuju arah klaten,hmmm...kondisi jalan sebenarnya cukup santai karena full aspal, paling kita mesti waspada terhadap kendaraan bermotor lain seperti bus dan kendaraan pribadi
Pada perjalanan kali ini kondisi cuaca sangat cerah (cenderung terik malah) sehingga untuk menghemat tenaga kita harus konstan mengatur irama kayuhan, tentu saja sambil menikmati pemandangan di sepanjang jalan, salah satunya seperti ini
berhenti sebentar untuk minum sekaligus relaksasi otot
lanjut lagi sampai melewati Museum Gula (dahulu merupakan Pabrik Gula pada zaman penjajahan Belanda), hingga akhirnya tiba di pertigaan monumen Kota Klaten
Dari pertigaan ini kita bisa memilih 2 pilihan menuju Solo, kalau lurus maka kita akan masuk melalui Kota Klaten, sedangkan jika belok kanan maka kita akan melewati jalan Bypass menuju Kota Solo, akhirnya kamipun memilih melalui rute dalam Kota Klaten sesuai yang ditunjukkan oleh GPS
Tak terasa (sebenarnya sih terasa tapi biar kesannya puitis saja hehe...) kami pun akhirnya sampai di perbatasan Boyolali, cuaca yang semakin panas membuat para ksatria bersepeda ini seperti kepiting rebus, pokoknya mateng...teng
Diperjalanan pun rombongan kami yang walau hanya berjumlah 4 orang ini ternyata dapat menarik perhatian pengguna jalan lain (mungkin mereka bingung kali ya panas-panas gini kok bersepeda). Selepas Kota Klaten kami pun mencari tempat isi BBM (bahan bakar makan minum), untung saja ada jejeran penjual makanan selepas Kota Klaten, lokasinya berjajar dengan tempat penjualan tiket Bus (hmmm...tempat makan yang dekat dengan tempat pool bus pasti segmentasinya adalah para sopir bus, pastinya jatahnya mantabbbb hehe...dan benar saja harganya pun lumayan murah, 5rb sudah termasuk semangkok nasi soto dan es teh manis, cukuplah buat mengganjal perut yang dah bikin orkestra ini)
Seperti yang sudah ditebak setelah kenyang makan, maka saat lanjut gowes lagi maka kecepatan gowes menjadi makin lambat hehe...efek kekenyangan, akhirnya gowes santai sajalah yang penting sampai
Dan benar dengan irama gowes santai ini akhirnya kami pun sampai juga di Kota Solo. Dan setelah sampai mulailah kami bingung, kok bingung? karena tujuannya memang hanya sampai Kota Solo saja hehe...setelah sampai lalu kemana? nah itulah yang lupa direncanakan (halaahhh kok bisa), tadinya mau cari gapura selamat datang di Kota Solo buat foto-foto, tapi kok ga nemu-nemu, akhirnya istirahat dulu deh sambil mikir enaknya kemana ya
Akhirnya diambilah keputusan kita nyoba muter-muter aja sekalian liat-liat Kota ini, pokoknya ikutin jalan saja, klo nyasar tinggal nanya
Dan ternyata Tuhan memang bersama para musafir kurang kerjaan yang kebingungan ini hehe...pas lagi muter-muter celingak-celinguk eh ada seorang Goweser yang belakangan diketahui namanya adalah Widi Dewana menghampiri rombongan kami (kasihan kali ya liatnya nih rombongan kok gembel amat + kayanya pada kebingungan), setelah berkenalan dan ngobrol-ngobrol akhirnya Mas Widi pun mau menemani kita (menjadi Guide merangkap tukang foto) untuk berkeliling Kota Solo
Terimakasih buat Mas Widi yang menjadi tukang foto buat rombongan gowes kurang kerjaan ini hehe...foto-foto sebentar di citywalk Kota Solo (enak amat ya pedestriannya lebar+banyak pohon jadi suasana terasa adem)
Motret sepeda touring dadakan dulu...narsis mumpung ke Solo, kapan lagi hehe
Narsis di jalur trem wisata (difungsikan hanya kalau ada permintaan atau charteran rombongan wisatawan)
Dari hasil keliling singkat ini ternyata pembangunan tata kota Solo ini sangat terencana dan nyaman, sangat memanusiakan penghuninya, terlihat dari fasilitas pedestrian yang cukup lebar dan teduh sehingga orang menjadi nyaman untuk berjalan kaki atau bersepeda, yang otomatis mengurangi kemacetan kendaraan bermotor
Pembangunan Public Space yang cukup banyak di beberapa titik membuat karakter warga Solo pun menjadi ramah
Aspek Ke-kuno-an juga menjadi ciri khas yang dikelola dan dioptimalkan sebaik mungkin dalam perencanaan tata kota Solo
Akhirnya sekitar jam 12.00 WIB, kami pun harus mengakhiri petualangan gowes keliling Kota Solo ini, mengingat perjalanan gowes pulang tentunya akan memakan waktu lebih lama karena pasti akan lebih banyak istirahat akibat teriknya sinar matahari
Walau belum puas, tetapi suatu saat kami pasti akan kembali lagi untuk menjelajah potensi wisata yang terdapat di Kota Solo ini, tentunya dengan bersepeda lagi hehe (semoga tidak kapok ya teman-teman hehe...)
Istirahat sebentar di perjalanan pulang akibat teriknya matahari
note : terimakasih untuk Mas Widi yang sudah bersedia meluangkan waktunya menemani rombongan goweser nyasar ini keliling Kota Solo, jangan kapok ya Mas hehe... salam juga untuk semua goweser Kota Solo :)
Jadi awalnya karena saya bingung nentuin enaknya gowes kemana lagi ya yang rutenya aman dan bersahabat tapi belum pernah, akhirnya terlintas deh buat jajal latihan touring short trip dengan jarak yang tidak terlalu jauh (PP sekitar 130km)
akhirnya 2 hari sebelumnya mulai deh saya sibuk sms dan kontak-kontak anggota lain (yang sama-sama kurang kerjaan)buat ngajakin mau ikut ga perjalanan gowes iseng ini, itung-itung sekalian pemanasan dengkul kali ja kedepannya jadi ada yang keracunan memulai perjalanan touring yang lebih jauh lagi, syaratnya selain gowes tertib yaitu dengan latihan membawa semua perlengkapan (gear) yang biasa dibawa sama pesepeda touring lain pada umumnya, dan kita juga bisa latihan endurance membawa beban banyak dan gowes dengan kecepatan yang konstan
akhirnya pada hari-H terkumpulah 4 manusia ga ada kerjaan yang penasaran ingin mencoba perjalanan gowes iseng ini. Kami start sekitar pukul 06.00 WIB (tadinya rencana start jam 05.30 tapi ya karena ngaret sudah menjadi budaya bangsa maka start sesungguhnya jadi molor setengah jam hehe...), dengan titik kumpul dari depan Rodalink jalan Janti
Rute yang dipilih tentu saja melalui jalan Jogja-Solo kearah timur, dengan pertimbangan rutenya full aspal dan cuma lurus datar saja sampai bosan. Di awal perjalanan rombongan pun mampir sebentar ke tukang pompa ban untuk isi angin
mompa ban tidak lupa foto-foto narsis dulu hehe...
setelah urusan pompa-memompa kelar, langsung lanjut gowes lagi terus saja kearah timur menuju arah klaten,hmmm...kondisi jalan sebenarnya cukup santai karena full aspal, paling kita mesti waspada terhadap kendaraan bermotor lain seperti bus dan kendaraan pribadi
Pada perjalanan kali ini kondisi cuaca sangat cerah (cenderung terik malah) sehingga untuk menghemat tenaga kita harus konstan mengatur irama kayuhan, tentu saja sambil menikmati pemandangan di sepanjang jalan, salah satunya seperti ini
berhenti sebentar untuk minum sekaligus relaksasi otot
lanjut lagi sampai melewati Museum Gula (dahulu merupakan Pabrik Gula pada zaman penjajahan Belanda), hingga akhirnya tiba di pertigaan monumen Kota Klaten
Dari pertigaan ini kita bisa memilih 2 pilihan menuju Solo, kalau lurus maka kita akan masuk melalui Kota Klaten, sedangkan jika belok kanan maka kita akan melewati jalan Bypass menuju Kota Solo, akhirnya kamipun memilih melalui rute dalam Kota Klaten sesuai yang ditunjukkan oleh GPS
Tak terasa (sebenarnya sih terasa tapi biar kesannya puitis saja hehe...) kami pun akhirnya sampai di perbatasan Boyolali, cuaca yang semakin panas membuat para ksatria bersepeda ini seperti kepiting rebus, pokoknya mateng...teng
Diperjalanan pun rombongan kami yang walau hanya berjumlah 4 orang ini ternyata dapat menarik perhatian pengguna jalan lain (mungkin mereka bingung kali ya panas-panas gini kok bersepeda). Selepas Kota Klaten kami pun mencari tempat isi BBM (bahan bakar makan minum), untung saja ada jejeran penjual makanan selepas Kota Klaten, lokasinya berjajar dengan tempat penjualan tiket Bus (hmmm...tempat makan yang dekat dengan tempat pool bus pasti segmentasinya adalah para sopir bus, pastinya jatahnya mantabbbb hehe...dan benar saja harganya pun lumayan murah, 5rb sudah termasuk semangkok nasi soto dan es teh manis, cukuplah buat mengganjal perut yang dah bikin orkestra ini)
Seperti yang sudah ditebak setelah kenyang makan, maka saat lanjut gowes lagi maka kecepatan gowes menjadi makin lambat hehe...efek kekenyangan, akhirnya gowes santai sajalah yang penting sampai
Dan benar dengan irama gowes santai ini akhirnya kami pun sampai juga di Kota Solo. Dan setelah sampai mulailah kami bingung, kok bingung? karena tujuannya memang hanya sampai Kota Solo saja hehe...setelah sampai lalu kemana? nah itulah yang lupa direncanakan (halaahhh kok bisa), tadinya mau cari gapura selamat datang di Kota Solo buat foto-foto, tapi kok ga nemu-nemu, akhirnya istirahat dulu deh sambil mikir enaknya kemana ya
Akhirnya diambilah keputusan kita nyoba muter-muter aja sekalian liat-liat Kota ini, pokoknya ikutin jalan saja, klo nyasar tinggal nanya
Dan ternyata Tuhan memang bersama para musafir kurang kerjaan yang kebingungan ini hehe...pas lagi muter-muter celingak-celinguk eh ada seorang Goweser yang belakangan diketahui namanya adalah Widi Dewana menghampiri rombongan kami (kasihan kali ya liatnya nih rombongan kok gembel amat + kayanya pada kebingungan), setelah berkenalan dan ngobrol-ngobrol akhirnya Mas Widi pun mau menemani kita (menjadi Guide merangkap tukang foto) untuk berkeliling Kota Solo
Terimakasih buat Mas Widi yang menjadi tukang foto buat rombongan gowes kurang kerjaan ini hehe...foto-foto sebentar di citywalk Kota Solo (enak amat ya pedestriannya lebar+banyak pohon jadi suasana terasa adem)
Motret sepeda touring dadakan dulu...narsis mumpung ke Solo, kapan lagi hehe
Narsis di jalur trem wisata (difungsikan hanya kalau ada permintaan atau charteran rombongan wisatawan)
Dari hasil keliling singkat ini ternyata pembangunan tata kota Solo ini sangat terencana dan nyaman, sangat memanusiakan penghuninya, terlihat dari fasilitas pedestrian yang cukup lebar dan teduh sehingga orang menjadi nyaman untuk berjalan kaki atau bersepeda, yang otomatis mengurangi kemacetan kendaraan bermotor
Pembangunan Public Space yang cukup banyak di beberapa titik membuat karakter warga Solo pun menjadi ramah
Aspek Ke-kuno-an juga menjadi ciri khas yang dikelola dan dioptimalkan sebaik mungkin dalam perencanaan tata kota Solo
Akhirnya sekitar jam 12.00 WIB, kami pun harus mengakhiri petualangan gowes keliling Kota Solo ini, mengingat perjalanan gowes pulang tentunya akan memakan waktu lebih lama karena pasti akan lebih banyak istirahat akibat teriknya sinar matahari
Walau belum puas, tetapi suatu saat kami pasti akan kembali lagi untuk menjelajah potensi wisata yang terdapat di Kota Solo ini, tentunya dengan bersepeda lagi hehe (semoga tidak kapok ya teman-teman hehe...)
Istirahat sebentar di perjalanan pulang akibat teriknya matahari
note : terimakasih untuk Mas Widi yang sudah bersedia meluangkan waktunya menemani rombongan goweser nyasar ini keliling Kota Solo, jangan kapok ya Mas hehe... salam juga untuk semua goweser Kota Solo :)
Subscribe to:
Posts (Atom)










































