Showing posts with label Maintenance. Show all posts
Showing posts with label Maintenance. Show all posts

Friday, 15 April 2022

CARA MEMILIH SADEL SEPEDA SESUAI KEBUTUHAN

Halo sobat penikmat Gowes Wisata, semoga kalian selalu sehat dan tetap menikmati kegiatan bersepeda ya, apalagi di Bulan Ramadhan kali ini setidaknya jangan sampai kalian malas dan tidak meluangkan waktu untuk sekedar berolahraga ringan, tetap bergerak supaya stamina tubuh tetap terjaga 🚴.


Baiklah di postingan kali ini kita akan membahas mengenai salah satu bagian sepeda yang sangat berperan dalam menentukan kenyamanan kita saat bersepeda, yaitu sadel atau jok sepeda.



Bagi para pemula atau orang awam, kebanyakan dari kita tidak terlalu memusingkan urusan upgrade parts atau aksesoris sepeda, tetapi seiring waktu ketika kita mencoba menekuni hobby bersepeda ini dan belajar mengenai seluk-beluknya pastinya mulai timbul rasa penasaran untuk meng-upgrade sepeda yang kita miliki, baik itu karena memang untuk mengejar faktor kenyamanan ataupun sekedar untuk mempercantik tampilannya. Disinilah pentingnya kita untuk belajar memilah antara kebutuhan versus keinginan, karena di luar sana pastinya bertebaran banyak parts dan penjual aksesoris sepeda dengan bentuk yang terlihat menarik dan membuat lapar mata, namun pada akhirnya beberapa fancy stuff tersebut tetap terasa tidak nyaman saat kita gunakan.


Sadel sepeda sebagai salah satu komponen atau bagian dari sepeda memiliki peran yang sangat penting untuk menentukan kenyamanan, terutama bagi kalian yang sering bersepeda dalam durasi yang cukup lama, misalnya touring atau commuting.


Penggunaan sadel yang tidak sesuai akan membuat kita merasa tidak nyaman, cepat lelah dan merasa kram (terutama pada bagian tulang duduk atau sit bone), yang mana jika hal tersebut diabaikan bukan tidak mungkin kedepannya justru akan berakibat kepada hal yang lebih serius seperti masalah medis, mempengaruhi postur tubuh, dan lainnya. Lalu bagaimana sebenarnya cara memilih sadel yang sesuai dengan kebutuhan kita?


Saya membuat tulisan mengenai sadel ini pun berdasarkan pengalaman setelah mencoba berbagai jenis sadel, mulai dari sadel bawaan asli sepeda hingga sadel aftermarket dengan berbagai bentuk, ukuran, material, brand, dan faktor lainnya, sehingga sampai pada kesimpulan bahwa tidak ada sadel yang benar-benar 100% sempurna dalam artian tidak ada sadel yang bersifat all in one, dimana satu jenis sadel bisa nyaman untuk digunakan atau diterapkan pada berbagai aliran bersepeda yang berbeda-beda, karena setiap dari kita memiliki riding passion yang berbeda, setting sepeda yang berbeda, perbedaan fleksibilitas, dan variasi pada lebar tulang duduk setiap orang. Terlebih rasa nyaman itu sendiri pun sebenarnya bersifat subyektif pada setiap orang, setiap individu memiliki tolak ukur kenyamanan versi mereka sendiri yang berbeda antara satu pesepeda dengan pesepeda lainnya, baik itu dari mereka yang sealiran maupun yang bebeda aliran gaya bersepedanya.


Umumnya ketika kita mempertimbangkan untuk mulai mengganti sadel asli bawaan sepeda biasanya kebanyakan didasari oleh rasa bosan, bentuk yang kurang menarik, dan tentunya rasa tidak nyaman menggunakan sadel asli bawaan sepeda itu sendiri. Oleh karena itu faktor budget, bentuk, warna, dan brand biasanya menjadi prioritas dan memegang porsi perhatian terbesar kebanyakan orang saat mulai meng-upgrade, sangat sedikit pengguna yang mengupgrade sadel dengan prioritas dimensi sadel ideal, material, dan riding style masing-masing.


Bagi kalian yang masih bingung menentukan sadel seperti apa yang sesuai dengan kebutuhan bersepeda kalian, yuk kita analisa dan jabarkan satu persatu penyebab rasa ketidaknyamanan dan ketidak puasan kalian terhadap sadel bawaan asli sepeda masing-masing sebelum memutuskan untuk mengganti dan membeli sadel aftermarket diluar sana.


Bike Fitting dan Posisi Gaya Bersepeda



Ingat baik-baik kedua faktor ini dalam memilih atau menentukan jenis sadel seperti apa yang nantinya akan kalian cari. Terkadang sadel bawaan asli sepeda justru adalah sadel terbaik yang sebenarnya sesuai dengan kebutuhan kalian, hanya saja karena kalian tidak melakukan Bike Fitting atau pengukuran setting sepeda yang tepat maka penggunaan sadel pun menjadi tidak optimal.



Pastikan ketinggian sadel dan posisinya terhadap pedal sudah tepat sesuai postur pengguna supaya sadel bisa berfungsi maksimal (area maksimal adalah pada bagian belakang sadel), setelah sadel terpasang coba kalian duduk dan mulai mengendarai sepeda kalian, jika posisi duduk kalian cenderung bergeser pada bagian depan atau nose sadel maka hal tersebut menandakan ada yang salah pada posisi bersepeda, saddle correction (maju-mundur, menukik-mendongak) dan fleksibilitas kalian.




Posisi tubuh saat bersepeda memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap pemilihan karakter sadel. Rasa sakit (kebas atau kesemutan) pada saat duduk biasanya berhubungan dengan titik tekanan pada syaraf dan pembuluh darah, selain itu dimensi sadel juga  berpengaruh terhadap cedera akibat adanya gesekan antara kulit dengan bagian sadel.


Coba ukur jarak antara sit bone kalian (bisa menggunakan bak pasir atau coba duduki telapak tangan kalian, dari situ akan terasa dimana titik sit bone kalian), setelah didapat hasil pengukurannya kemudian tambahkan 2cm untuk mendapatkan karakter sadel yang sesuai, jika sadel terlalu lebar maka akan cenderung menyebabkan gesekan, sebaliknya jika terlalu sempit maka sit bone tidak akan bertumpu dengan baik.


Setelah mendapatkan dimensi sadel yang sesuai, langkah berikutnya adalah menentukan bentuk sadel yang cocok dengan gaya dan posisi tubuh kalian saat bersepeda. Posisi tubuh sendiri supaya lebih memudahkan akan kita bagi menjadi tiga bagian berdasarkan posisi ketinggian sadel terhadap handlebar, yaitu comfort atau upright body position, performance, dan race.








Comfort atau upright body position adalah posisi dimana posisi duduk cenderung tegak, ketinggian sadel berada dibawah ketinggian grip handlebar, biasanya bisa kita lihat pada sepeda citybike, folding bike, dan aliran commuting serta touring. Posisi seperti ini membutuhkan sadel dengan area padding yang lebih luas atau lebih lebar (semakin upright biasanya semakin lebar) untuk mensupport area sit bones. Sadel jenis ini biasanya juga memiliki bentuk atau area nose yang tidak terlalu panjang, beberapa tipe sadel model ini bahkan sudah dilengkapi sistem suspensi (spring atau shock absorber) untuk meredam guncangan yang dialami pengguna ketika melewati medan yang tidak rata supaya tetap terasa nyaman.







Performance adalah posisi sadel yang cenderung sejajar dengan ketinggian grip handlebar, walaupun beberapa ada yang lebih tinggi atau lebih rendah tetapi perbedaannya tidak terlalu signifikan. Karakter riding seperti ini biasanya membutuhkan sadel dengan bentuk yang tidak selebar posisi upright body position, cenderung lebih kearah medium ataupun mengerucut, dan panjang sadel sekitar 26cm, biasanya bisa kita lihat pada beberapa jenis sepeda touring, bikepacking, mtb recreational, hingga folding bike.






Race, seperti namanya adalah bagi mereka penikmat kecepatan seperti roadbike, fixed gear, downhill, all mountain dan lainnya. Posisi sadel cenderung berada lebih tinggi daripada grip handlebar (kecuali pada downhill dan AM yang sengaja lebih diturunkan untuk menghindari benturan saat melompat dan memindahkan center of gravity lebih ke belakang). Sadel jenis ini biasanya memiliki bentuk lebih sempit, memiliki nose lebih panjang, dan terlihat slim.



Sadel sepeda sendiri memiliki ujung atau nose yang berfungsi untuk mengatur keseimbangan dan memudahkan kontrol terhadap sepeda (terasa signifikan pada kecepatan tinggi atau rute menurun).


Untuk wanita biasanya sadel cenderung memiliki bentuk lebih lebar daripada untuk pria sesuai dengan bentuk sit bone dan area depan.



Pengunaan celana padding sendiri bukanlah suatu keharusan untuk mengejar kenyamanan, terutama pada upright body position karena area tekanan pada sit bone sebagian besar sudah tercover oleh area padding sadel itu sendiri, namun pada performance dan race oriented position barulah penggunaan celana berpadding akan terasa efeknya.


Sampai disini kita sudah mendapatkan bayangan atau gambaran tentang bentuk dan dimensi sadel seperti apa yang sesuai dengan kebutuhan kita, berikutnya adalah memastikan bahwa sadel yang nantinya akan kita gunakan harus awet dan kuat untuk menahan beban tubuh kita, dalam hal ini yang perlu kita perhatikan adalah faktor railing sadel. Saat ini kebanyakan sadel yang beredar dipasaran memiliki railing dari bahan chromoly, titanium, hingga carbon, masing-masing tentunya memiliki kekurangan dan kelebihan, baik itu dari segi harga, bobot, dan kekuatan. Namun satu hal yang pasti dan wajib kalian perhatikan adalah pastikan untuk memeriksa kepresisian railing sadel, jangan sampai posisi railing sadel tidak presisi dimana ketika sadel dipasang maka posisi sadel menjadi miring sebelah, karena selain mengganggu tampilan secara estetik hal tersebut juga bisa mengakibatkan cedera postur tubuh.


Empuk = Nyaman?


Apakah sadel yang empuk sudah pasti nyaman? Belum tentu, karena seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa Bike Fitting dan posisi gaya bersepeda memiliki peran yang jauh lebih penting dalam menentukan pemilihan jenis sadel yang nyaman dan sesuai kebutuhan kita.


Pengunaan material gel dan density foam (Foam/busa padat) memang menjadikan sadel terasa lebih empuk (saat dipegang), namun belum tentu juga bahwa sadel gel akan terasa lebih empuk daripada sadel yang hanya menggunakan foam sebagai pengisi bagian dalamnya, karena penggunaan material luar pelapis atau penutup sadel seperti leather dan sintetik juga berpengaruh dalam menentukan respon tekanan pada sadel, belum lagi faktor seperti daya lentur railing sadel saat menerima dan menyalurkan beban, daya elastisitas tubing seatpost (sistem thudbuster dan suspension seatpost), sampai tekanan angin pada ban, semuanya juga memiliki pengaruh yang cukup penting dalam menjadikan posisi tubuh kita saat duduk dan melaju di medan jalan yang rusak terasa empuk dan nyaman, terkecuali kalian seorang reviewer handal atau bagian bokong kalian memiliki indera perasa tekanan yang sangat sensitif maka perbedaan keempukan masing-masing sadel (dengan mengabaikan faktor-faktor luar lainnya) sangat sulit untuk ditentukan atau dirasakan secara signifikan.


Sampai disini semoga kalian sudah memahami dan mengerti faktor-faktor yang membuat sebuah sadel terasa cocok untuk penggunaan tertentu, dan mendapat gambaran seperti apa sadel yang kalian butuhkan nantinya supaya ketika kalian memilih sadel tidak terjebak dengan rayuan manis khas advertising pihak produsen atau penjual

Sampai disini semoga kalian sudah memahami dan mengerti faktor-faktor yang membuat sebuah sadel terasa cocok untuk penggunaan tertentu, dan mendapat gambaran seperti apa sadel yang kalian butuhkan nantinya supaya ketika kalian memilih sadel tidak terjebak dengan rayuan manis khas advertising pihak produsen atau penjual


Selamat ber-Gowes Wisata


Referensi tambahan :

Cyclingabout.com

Some photos from google

Saturday, 27 February 2021

KAPAN KITA HARUS MENGGANTI RANTAI?

Hi sobat goweswisata, masih pada suka gowes kan? Jangan bosan ya 😁

Dipostingan kali ini saya akan membahas tips dan trick seputar sepeda (kayanya sudah lama saya ga bikin ulasan tentang ini 😁) supaya sepeda kita tetap awet dan tidak rewel, biar kita sepedahannya bisa tetap enjoy


Kapan Kita Harus Mengganti Rantai Sepeda?

===================================


Terkadang banyak dari kita yang menyepelekan soal komponen satu ini, yaitu rantai sepeda, secara umum yang paling sering kita lakukan biasanya hanya membersihkan dan melumasinya, pokoknya selama rantai belum putus artinya masih ok lah (hayo ngaku pasti banyak dari kalian yang berpikiran seperti itu 😁)


Tapi apa benar seperti itu?


Tentu saja tidak. Rantai yang belum putus belum tentu menandakan kondisi rantai tersebut masih bagus, lalu bagaimana untuk mengetahui kondisi rantai kita masih bagus atau tidak dan kapan kita harus menggantinya?


Kondisi paling umum dan gampang terlihat biasanya ketika rantai kita sudah penuh karat, tentu saja dengan kondisi seperti itu sudah sepantasnya kita menggantinya


Nah bagaimana dengan rantai yang terlihat masih "cukup ok", bagaimana kita mengeceknya?


Langkah pertama, kalian setidaknya harus memiliki 3 alat : pemotong rantai/chain cutter, chain checker, dan tang pembuka connector link (jika rantai kalian menggunakan connector link)


Kemudian ukur rantai kalian menggunakan chain checker, jika chain checker nyemplung dengan mudah itu artinya rantai kalian sudah melar dan saatnya diganti (lihat gbr dibawah)


Namun jika chain checker masih belum nyemplung sepenuhnya maka kondisi rantai masih cukup baik untuk digunakan


Nah bagaimana kasusnya jika chain checker sudah nyemplung full tapi rantai tidak diganti? Efeknya tentu saja sbb:

- shifting menjadi agak kasar

- dalam jangka panjang dapat menyebabkan teeth pada chainring, sprocket dan pulley rd menjadi cepat habis


Jika kalian ingin mengganti rantai maka jangan lupa sesuaikan jenis rantai dengan jumlah gear yang digunakan (rantai 6,7,8speed, rantai 9speed, rantai 10speed, atau rantai 11speed), kemudian ukur panjang rantai yang dibutuhkan sesuai rumusan (lingkarkan rantai pada chainring dan sprocket terbesar, kemudian tambah 2 link)



Jika ukuran panjang rantai sudah sesuai, jangan lupa sebelum rantai baru akan dipasang gunakan kesempatan ini untuk membersihkan sprocket dan pulley rd dari kotoran menggunakan degreaser supaya putaran menjadi ringan dan rantai juga awet


Berikutnya tinggal pasang rantai seperti biasa, dan coba shifting sesuai aturan shifting, lakukan penyesuaian secukupnya, dan sepeda pun kembali fit siap digunakan 🙂


Nb : penyebab rantai cepat melar antara lain :

- kualitas rantai yang jelek

- rantai sering menerima beban tarik yg besar

- sering dipakai menanjak dan shifting saat menanjak

- sering menggunakan ratio besar/berat


Jadi kedepannya tetap lakukan maintenance (membersihkan dan melumasi rantai) secara rutin untuk memperpanjang lifetime rantai ya


Semoga tips kali ini berguna 🙂

Tuesday, 19 July 2016

Cara Merawat dan Memperbaiki Pedal Sepeda

Pedal sebagai salah satu dari sekian banyak komponen penyusun sebuah sepeda sebenarnya memegang peranan yang cukup penting namun entah mengapa keberadaannya paling sering terlupakan dalam segi perawatan

Sebuah pedal tidak hanya berfungsi sebagai pijakan kaki disaat kita mengayuh namun lebih dari itu kualitas dari sebuah pedal yang berfungsi secara “sehat” juga dapat menambah efektifitas dan efisiensi setiap kayuhan yang kita lakukan

Oleh karena itulah pemilihan serta perawatan sebuah pedal juga tidak boleh kita lupakan untuk menunjang kenyamanan kita saat sedang bersepeda, nah pada post kali ini Gowes Wisata akan berbagi ilmu dan mengajak sobat gowes semua untuk membedah komponen yang satu ini

Sekarang ini di pasaran sudah banyak beredar beragam jenis pedal yang seringkali “menggoda” mata dan dompet kita untuk melakukan upgrade, tidak salah memang jika upgrade tersebut kita lakukan untuk mengejar kenyamanan atau pada kasus pedal lama kita tersebut memang telah rusak dan sudah waktunya untuk diganti, namun bagaimana cara mengetahui pedal mana yang paling sesuai dengan kebutuhan kita? atau benarkah pedal lama tersebut sudah tidak dapat diperbaiki lagi sehingga kita harus merogoh kocek dan menyiapkan budget untuk upgrade, bagaimana jika pedal lama tersebut sebenarnya masih dapat diperbaiki sehingga kita dapat menghemat budget, tentunya lumayan kan :) , nah sebelum terburu menjustifikasi pedal lama kita sudah rusak, yuk kita cek dulu pedal lama kita

Setelah sekian lama “disiksa” di segala medan dan cuaca, sebuah pedal tentunya memerlukan cek ulang. Untuk melakukan cek ulang tersebut pun kita tidak memerlukan terlalu banyak peralatan, cukup siapkan beberapa toolkit berikut :

1. Kunci L nomor 6
2. Kunci Sok nomor 8
3. Obeng (-)
4. Lap
5. Grease


Sudah siap? Nah sekarang lepaskan dulu masing-masing pedal dari crank dengan cara memutar as pedal menggunakan kunci pas nomor 15, putar kedua pedal tersebut kearah belakang

Setelah pedal terlepas dari crank, kini kita mulai tahapan membongkarnya


Pertama buka baut atau cover penutup as pedal (lihat tanda panah) menggunakan Kunci L nomor 6, putar berlawanan arah jarum jam



Setelah penutup tersebut terlepas, secara umum kira-kira beginilah penampakan bagian dalam selongsong body pedal


Dengan menggunakan obeng (-) yang kecil mulailah mencongkel ring (lihat panah 1), ring tersebut hanya penahan supaya as pedal tetap presisi, mulailah mencongkel pelan-pelan sampai ring tersebut lepas

Setelah ring tersebut berhasil dikeluarkan, langkah berikutnya adalah membuka mur (lihat panah 2) menggunakan kunci sok nomor 8 sembari menahan as pedal diujung satunya lagi menggunakan kunci L nomor 6 atau kunci pas nomor 15, putar kunci sok berlawanan arah jarum jam untuk pedal yang berada di sisi non drive side, sedangkan untuk pedal yang berada di sisi drive side putar kunci sok searah jarum jam

Setelah mur berhasil kita lepas, keluarkan batang as pedal dari body pedal lalu bersihkan menggunakan degreaser dan lap, bersihkan juga bagian dalam body pedal


Cek kondisi batang as pedal apakah ada penyok atau retak, jika sudah retak atau penyok berarti sudah waktunya untuk mengganti (meng-upgrade) pedal tersebut


Langkah selanjutnya keluarkan bearing dari dalam body pedal, untuk mengeluarkannya cukup disodok menggunakan obeng atau kunci L

Seringkali kita salah kaprah dalam hal bearing ini, tidak jarang kita mendengar seseorang bertanya “ini pedalnya sudah bearing belum?”, ketika ia hendak membeli pedal, perlu kita luruskan dan sepakati bersama bahwa arti dari bearing itu sendiri adalah pelor atau bola-bola kecil, banyak juga yang menyebutnya gotri.

Semua pedal tentu saja menggunakan bearing atau pelor atau gotri untuk mekanisme putarnya, yang membedakan hanyalah kondisi peletakkan bearing tersebut didalam body pedal, apakah Loose bearing alias tanpa penutup (bola-bola bearing ditaruh dan disusun mengelingi bagian dalam as roda tanpa ada pelindung atau cup penutupnya) ataukah sealed bearing (bola-bola bearing disusun dalam sebuah ring dan dilindungi oleh cup sealer atau penutup untuk menjaga atau meminimalisir kotoran yang masuk), pada contoh kali ini saya menggunakan sealed bearing (lihat gambar 08)


Tentu saja baik pedal sealed bearing maupun pedal Loose bearing mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing sesuai dengan kebutuhan penggunanya, berikut ini kelebihan dan kekurangan dari masing-masing jenis pedal tersebut :

Loose bearing,
Kelebihannya :
- Mudah untuk dibuka dan diperbaiki jika terjadi kerusakan pada salah satu ball bearingnya, cukup mengganti bola bearing yang rusak tesebut tanpa harus mengganti semua semua bolanya
- Harga pedal naked bearing cenderung lebih murah

Kekurangannya :
- Body pedal cenderung ringkih (umumnya terbuat dari plastik kualitas murah)
- Kotoran mudah masuk dan mengganggu putaran bola bearing sehingga pedal seringkali seret atau putarannya tidak lancar


Sealed bearing,
Kelebihannya :
- Body pedal umumnya terbuat dari material berkualitas baik (magnesium)
- Ball bearing lebih awet karena terlindung dari kotoran

Kekurangannya :
- Harga pedal sealed bearing cenderung mahal
- Sulit untuk membuka cup tempat bearing jika salah satu ball bearing terindikasi mengalami kerusakan (lebih mudah untuk mengganti semuanya atau satu set cup bearing sekaligus daripada harus membongkarnya, cukup ukur diameter dalam dan luar dari cup sealed bearing kemudian cari yang sama persis di toko yang menjual berbagai bearing)

Setelah semua isi bagian dalam pedal tersebut dikeluarkan, di cek, dan dibersihkan, kini kita tinggal memasang satu persatu bagian tersebut secara kebalikan prosesnya, sebelum memasukkan jangan lupa untuk mengolesi grease baru pada setiap bagian-bagian tersebut, setelah selesai kencangkan semua mur dan baut, putar pedal dan rasakan perbedaannya dengan kondisi sebelum dibersihkan, kini pedal kalian pun telah siap untuk “disiksa” lagi dan tentunya kalian juga telah berhemat :)


Semoga bermanfaat