Showing posts with label Kulon Progo. Show all posts
Showing posts with label Kulon Progo. Show all posts

Friday, 10 May 2024

BIKECAMPING DI WADUK SERMO BERSAMA RODALINK JOGJA

Sabtu-Minggu, (27-28 April 2024).

Hai sobat Gowes Wisata, postingan kali ini sebenarnya merupakan late post yang seharusnya saya ulas di Bulan April lalu, namun dikarenakan adanya faktor aktivitas lain serta menunggu ide penulisan yang (sampai saat ini) masih tergantung mood barulah cerita lengkapnya saya tulis sekarang hehe… Nah jika kalian sudah mengikuti cerita-cerita perjalanan di blog ini sejak awal sepertinya hafal jika kegiatan bikecamping akhir-akhir ini terbilang jarang saya lakukan (bikecamping terakhir sepertinya saya lakukan sebelum touring jauh Tahun 2015-2016 lalu). Daripada berlama-lama yuk simak kisah lengkap cerita catatan perjalanan goweswisata bikecamping bersama Rodalink Jogja kali ini.



Seingat saya informasi mengenai agenda acara kegiatan bikecamping ini baru saya terima 4 hari sebelumnya, ketika tiba-tiba salah seorang dari Rodalink mengirimkan pesan whatsapp kepada saya, menanyakan apakah saya tertarik untuk ikut kegiatan bikecamping kali ini. Cukup mendadak sih sebenarnya karena untuk melakukan kegiatan bersepeda overnight alias bikecamping ini saya mempunyai kebiasaan untuk mempersiapkan semua peralatannya sedetail mungkin, mulai dari mengecek kondisi camping gear (sleep system) supaya nantinya bisa digunakan dengan nyaman saat beristirahat, kondisi sepeda, serta kebutuhan sandang dan elektronik device, yah kurang lebih miriplah seperti sewaktu saya mempersiapkan untuk touring jauh, hanya saja untuk kegiatan bikecamping yang biasanya hanya berlangsung dalam waktu singkat 2 harian tentunya tidak terlalu dibutuhkan bawaan sebanyak untuk touring jauh, yang mana ketika melakukan touring jarak jauh dan berdurasi lama maka peluang untuk pulang dan mengambil barang yang diperlukan akan sangat merepotkan.


Pihak Rodalink sendiri sebenarnya sudah beberapa kali mengadakan kegiatan bikecamping seperti ini dengan mengambil tajuk “Bikepackers” (lebih merujuk kepada orangnya), walaupun bagi saya pribadi sepertinya istilah yang tepat adalah “bikecamping” karena lebih menekankan kepada aktivitasnya, tapi yah intinya sih sama saja tujuannya, saya pun membebaskan kepada yang membuat acara karena kehadiran saya hanyalah sebagai peserta alias goweser penggembira saja hehe…


Untuk event-event Bikepackers Rodalink sebelumnya saya sendiri sih belum pernah mengikuti (dikabari via dm tapi saya tidak bergabung) karena bagi saya yang rada “introvert” ini mengikuti kegiatan camping ramai-ramai dimana ada banyak peserta biasanya cenderung memusingkan, karena ada saatnya ketika saya sudah lelah alias mengantuk namun masih ada saja rundown acara berupa sesi games atau talkshow, nah inilah yang bikin mumet, kalau saya memilih langsung pergi ke tenda untuk tidur nanti dibilang anti-sosial, namun kalau dipaksakan melek malah pikiran saya yang sudah jalan-jalan duluan ke dunia mimpi, intinya bagi saya pribadi untuk mengikuti acara berjangka waktu lama dengan banyak orang sama artinya dengan ribed, oleh karena itu sedari dulu kebanyakan di cerita petualangan perjalanan gowes wisata ini mayoritas saya lakukan seorang diri, kalaupun melakukan perjalanan berhari-hari biasanya saya lakukan berdua saja dengan istri (bikecamping dan sewaktu touring jauh selama 3,5 bulan) karena tidak banyak kepala otomatis tidak terlalu banyak benturan keinginan.


Lalu kenapa pada kegiatan Bikecamping kali ini saya meng-iyakan tawaran dari Rodalink? Well jawabannya sih sederhana yaitu karena saya lagi gabut hehe… alias lagi ingin liburan tapi bingung mau kemana, nah mumpung ada yang nawarin dan ditambah lagi tempat tujuannya saya juga belum pernah kesana jadi ya sudah sekalian iya-in saja, toh karena ini adalah kegiatan bikecamping alias gowes nginep maka pastinya perjalanan juga akan menjadi lebih santai karena tidak diburu oleh waktu jika dibandingkan dengan perjalanan one day trip alias pergi-pulang dalam 1 hari yang notabene akan lebih cape, diburu waktu, dan malah tidak sempat menikmati pemandangan atau detail perjalanan.


Baiklah setelah menerima tawaran ini artinya sekarang saatnya melakukan persiapan barang bawaan, yang sudah pasti wajib dibawa adalah sleep system (tenda-sleeping pad-air pillow-sleeping bag), lalu kebutuhan sandang cukup membawa 2 set saja termasuk jaket dan jas hujan, sandal, peralatan mandi atau toiletris, charger handphone dan kamera, lampu tenda, obat-obatan pribadi, serta beberapa cemilan (biasanya saya bawa cokelat untuk mengisi kadar gula dan pengganti energi yang terpakai saat bersepeda), untuk urusan makan saya sengaja tidak membawa nesting, kompor dan cooking set lainnya dengan pertimbangan ini adalah kegiatan bikecamping 1 malam saja, lalu tujuannya adalah destinasi wisata Waduk Sermo, nah kata-kata “Obyek Wisata” biasanya identik dengan banyak warung jajanan terlebih ini juga masih di Jogja (Pulau Jawa) dimana warung makan dan angkringan ada dimana-mana, sehingga urusan makan pastinya relatif mudah. Pihak Rodalink sendiri juga sudah mengonfirmasi jika nantinya urusan makan malam dan sarapan sudah tersedia (disiapkan oleh pihak pengelola tempat camping).


Setelah semua persiapan dan pengecekan kondisi sepeda sudah beres, semua bawaan juga sudah terpasang dalam pannier sepeda, saatnya tidur lebih awal supaya besoknya bisa bangun lebih pagi dan mulai gowes menuju titik kumpul pemberangkatan yaitu ke Rodalink Jogja Barat yang berada di Jalan Jogja-Wates.



Pagi pun tiba, sekitar pukul 5.30 WIB saya pun mulai mengayuh pedal sepeda dari basecamp Gowes Wisata menuju ke Rodalink Jogja Barat, udara pagi yang masih terasa dingin dan sejuk berubah menjadi sedikit berpolusi selepas melewati titik nol km menuju ke Ringroad dan wilayah Gamping yang pagi itu mulai dipenuhi oleh bus-bus antar kota yang sedang nge-tem serta keriuhan aktivitas para pedagang disekitar Pasar Gamping. Sambil mengayuh dan menikmati perjalanan saya pun merasa sedikit familiar dengan momen ini, ya momen dimana saya mengayuh sepeda sembari membawa pannier yang dikaitkan pada rak sepeda dipagi hari melewati ruas jalan sambil sesekali berpapasan dengan bus-bus antar kota serta kendaraan pribadi yang berseliweran, ingatan dan rasa yang sama dengan momen ketika kami (saya dan istri) melakukan perjalanan touring jauh ke arah Timur selama 3,5 bulan, ahhh…rasanya rindu sekali dengan momen-momen seperti waktu itu.


Setibanya di Rodalink Jogja Barat, saya pun beristirahat sejenak di dalam sembari menunggu kedatangan perserta lainnya yang mengikuti kegiatan bikecamping kali ini, rencananya start gowes menuju ke Waduk Sermo akan dimulai pada pukul 08.00 WIB


Tanpa terasa kini waktu sudah menunjukkan pukul 08.00 WIB kami pun mulai bersiap untuk start menuju ke Waduk Sermo melalui rute blusukan pedesaan yang minim traffic melewati terowongan Rewulu dan jalur pinggir rel kereta api sampai tiba di wilayah Sentolo dan lanjut menuju ke arah Pengasih. Disekitar Lapangan Pengasih rombongan kami pun berhenti sejenak untuk sarapan mengisi perut dengan seporsi soto ayam yang segar sembari beristirahat, namanya juga gowes santai jadi ya berhentinya sesuka kita saja, kalau mulai terasa lelah ya tinggal minggir sejenak, tidak perlu memaksakan diri karena disini kami semua bukanlah atlet melainkan hanya pesepeda yang mencari kesenangan.




Jalur Pengasih yang medan rolling naik-turunnya cukup banyak membuat kami berhenti untuk beristirahat beberapa kali, untunglah disepanjang rute ini tidak banyak dilewati oleh kendaraan bermotor sehingga suasana dan udaranya masih cukup sejuk, tidak pengap oleh polusi. Sampai akhirnya sedikit demi sedikit kami mulai memasuki kawasan margasatwa Sermo, ini artinya tujuan Waduk Sermo sudah tidak terlalu jauh lagi (namun tetap saja medannya menanjak), ayo tetap semangat dan santai hehe…





Selepas perempatan kawasan Margasatwa Sermo kami pun mengambil belokan ke kanan menuju ke Waduk Sermo, disini kondisi jalannya agak rusak sehingga walaupun medannya menurun namun kalian jangan terlena dan tetap harus berhati-hati, sehabis turunan yang panjang ini kami lalu mengambil belokan ke kiri yang menuju ke arah Waduk, disini medannya langsung menanjak drastis membelah bukit dengan gradient kemiringan yang cukup menyebalkan. Sehabis tanjakan ini kami pun berhenti sejenak untuk beristirahat disebuah warung, menurut Ibu pemilik warung lokasi camping groundnya masih sekitar 2km lagi, nantinya setelah melewati jembatan yang cukup panjang tinggal ambil arah yang ke kiri dari situ sudah tidak terlalu jauh lagi. Oya lokasi camping ground kami kali ini mengambil tempat di Bukit Semar (Googlemaps “Bukit Semar Waduk Sermo”).





Dan setelah mengikuti ruas jalan yang sepertinya dibuat mengitari sekeliling Waduk Sermo ini sampailah kami di lokasi camping ground Bukit Semar Waduk Sermo. Lokasi camping ground ini cukup menarik dengan hamparan lahan rerumputan yang datar dan dinaungi oleh pohon-pohon kelapa serta view pemandangan Waduk yang tenang dan indah, disini juga terdapat ayunan, spot yang bisa digunakan untuk memancing, parkir kendaraan roda dua dan empat, toilet umum, serta Mushalla kecil. Menurut informasi yang tertera retribusi untuk camping sendiri adalah sekitar 15rb per orang jika kalian membawa tenda sendiri, namun juka kalian malas membawa peralatan camping maka kalian juga bisa menyewa tenda langsung dilokasi ini, untuk tenda berkapasitas 4 orang dikenakan biaya 50 ribu rupiah, sedangkan untuk tenda berkapasitas 2 orang dikenakan biaya 30 ribu rupiah, sedangkan untuk matras, alat masak, meja dan kursi juga disewakan dengan harga yang relatif terjangkau, bahkan jika kalian malas memasak maka bisa juga memesan langsung kepada warga sekitar untuk dibawakan atau disiapkan sesuai waktu yang kalian inginkan seperti yang dilakukan oleh pihak Rodalink yang mengatur urusan makan peserta langsung kepada pihak pengelola dan warga sekitar supaya tidak repot, tidak perlu kuatir akan rasanya karena enak dan maknyuss terutama ayam dan sambalnya T.O.P.






Pihak panitia dari Rodalink sepertinya juga menyewa tenda untuk mereka karena setibanya disana sudah ada 2 tenda berkapasitas 4 orang yang sudah terpasang, sedangkan bagi peserta silahkan memilih mau bawa tenda sendiri atau sewa langsung dilokasi, kalau saya sudah jelas membawa tenda sendiri, lumayanlah sudah lama saya tidak menggelar tenda ini setelah touring yang lalu, tenda merk Naturehike berkapasitas 2p ini ternyata masih cukup tangguh dan nyaman walaupun sudah hampir 10 Tahun berlalu, hanya terlihat beberapa titik kondisi seal seamnya yang mulai getas, rencananya setelah acara ini selesai saya baru akan mengganti semua seal seamnya dengan seal tape baru, baiklah tenda, footprint, dan pasaknya sudah terpasang, sleeping pad dan air pillow juga sudah ditiup, seleeping bag juga sudah digelar, lampu tenda sudah dicantol ke pengait atas di dalam tenda. Jika melihat persiapan dan kondisi tenda sewa dari peserta yang ada disini sepertinya nanti malam sayalah yang bakal beristirahat paling nyaman karena pada tenda sewaan peserta yang lainnya hanya tersedia matras tipis biasa dan tanpa sleeping bag (pengalaman saya biasanya jika hanya beralas matras tipis saja maka saat malam tiba orang di dalam tenda akan mulai kedinginan dan badan terutama punggung akan pegal-pegal keesokan harinya), bahkan saya juga membawa kursi lipat sendiri dengan model seperti milik helinox yang cukup nyaman, karena bagi saya pribadi waktu off from the bike adalah saat yang paling tepat untuk memulihkan kondisi tubuh yang letih setelah seharian gowes melewati tanjakan disiang hari yang terik supaya keesokan harinya bisa kembali melanjutkan perjalanan dengan bugar, tentunya persiapan seperti ini juga hasil dari pengalaman dan percobaan trial and error dari beberapa gear yang ada hingga akhirnya menemukan management packing yang sekiranya terbaik dan tepat untuk dibawa.



Setelah semua beres kini saatnya untuk mandi menyegarkan diri mumpung suasananya belum terlalu ramai, hmmm…sepertinya nanti malam akan ada tambahan beberapa orang lagi (umum) yang juga akan melakukan kegiatan camping disini, terlihat dari pemasangan beberapa tenda sewa tambahan di sekitar lokasi ini. Sehabis mandi badan pun menjadi segar kembali (dan lapar) untunglah tidak beberapa lama datang makanan yang telah disiapkan oleh warga sekitar, kami pun beramai-ramai mulai menyantap hidangan kali ini (nasi, ayam, kerupuk, bihun, lalapan, dan sambal), ahh memang paling enak tipe kegiatan bersepeda adalah yang seperti ini, yaitu bikecamping atau bike overnight karena disini kita masih bisa menikmati suasana disekitar tanpa diburu oleh waktu, kalau saja ini adalah kegiatan one day trip maka bisa dipastikan saya akan menolaknya karena tidak dapat apapun selain capenya, dan detail perjalanan yang seharusnya bisa saya dapatkan bisa dipastikan akan terlewatkan karena diburu oleh waktu.





Semakin sore suasana disekitar camping ground ini justru malah semakin ramai, ada beberapa rombongan pelajar dari sebuah sekolah juga ikut melakukan camping disini, di bagian atas juga sepertinya ada rombongan lainnya yang juga mulai mengeluarkan peralatan pikniknya. Sisi positifnya mungkin adalah suasana disekitar tempat ini menjadi tidak menakutkan saat malam tiba, karena selain sudah adanya penerangan disini, keberadaan dan canda tawa dari beberapa peserta lain juga turut meramaikan suasana disekitar lokasi camping ini, beberapa dari mereka bahkan ada yang membakar jagung dengan api unggun, ngobrol-ngobrol, bahkan memancing ikan di beberapa spot yang ada. Sedangkan bagi saya pribadi yang mulai merasa mengantuk tinggal masuk ke tenda dan mulai tidur dengan hangat dan nyaman hehe…


Pagi pun tiba, mungkin lebih tepatnya dini hari karena saya terbangun sekitar pukul 04.00 WIB (karena sudah terbiasa), sepertinya rombongan pelajar sekolah yang di tenda sebelah benar-benar tidak tidur semalaman alias begadang sampai pagi karena ketika beberapa kali saya terbangun (sekitar pukul 02.00 WIB dini hari masih saja terdengar suara tertawa dan obrolan dari dalam tenda mereka), sambil membereskan sleeping bag dan beberapa peralatan lainnya saya pun mulai keluar tenda, kabut pagi yang tipis tampak menyelimuti suasana sekitar Waduk Sermo, tenda dan sepeda-sepeda pun tampak basah oleh embun pagi, suasana sangat tenang dan damai disini, cocok sekali untuk sejenak menyepi dari hingar-bingar keriuhan aktivitas perkotaan, saya pun mulai memasang kursi lipat dan duduk meghadap ke arah Waduk, menikmati ketenangan dan sejuknya suasana pagi ini.




Orang-orang dari Rodalink juga tampaknya masih tertidur dalam tenda masing-masing, beberapa bahkan ada yang tidur di luar tenda hanya beralaskan matras saja, mumpung suasananya cukup syahdu sepertinya saat yang tepat untuk mengambil detail dokumentasi suasana sekitar yang estetik.









Sekitar pukul 05.30 WIB beberapa orang dari tenda lainnya juga sudah bangun dan ada yang mulai beres-beres bersiap untuk pulang, hal yang paling unik sekaligus lucu disini adalah ketika melihat aktivitas dari para penghuni tenda lainnya yang ada disini, di tenda milik orang-orang Rodalink sebagian baru mulai bangun, sebagiannya lagi masih tidur, di Tenda milik rombongan pelajar laki-laki dari sekolah SMU karena tampaknya mereka memang begadang sampai pagi kini sedang asik memancing, di sebelahnya lagi pada tenda rombongan pelajar wanita sekolah Islam serta gurunya tampak sedang mengaji, dan di bagian atas sepertinya rombongan pekerja kantoran tampak sedang berkemas dan berfoto-foto sebelum pulang.


Sekitar pukul 08.00 WIB setelah membereskan tenda dan bersih-bersih mandi, akhirnya sarapan pun datang, saatnya mengisi energi dulu sebelum kembali melanjutkan perjalanan pulang menuju ke Rodalink Jogja Barat, beberapa games adu tanjakan juga dilakukan oleh beberapa pesepeda, sebagian juga masih ada yang memancing dan berswafoto. Kurang lebih sekitar pukul 09.00 WIB kami pun bersiap untuk pulang, setelah mengucapkan terimakasih kepada pengelola camping ground dan warga sekitar yang sudah menyiapkan makanan kami pun mulai melanjutkan perjalanan melalui rute yang sama seperti sewaktu menuju ke tempat ini, karena medannya rolling naik-turun maka walaupun kini rutenya dibalik hasilnya juga tetap sama saja alias tetap rolling naik-turun, capenya tetap sama hehe…




Sesampainya di dekat perempatan Lapangan Pengasih kami pun kembali berhenti sejenak untuk beristirahat sembari memesan minuman di warung yang ada, dari titik ini jaraknya sudah tinggal pertengahan lagi menuju ke Rodalink Jogja Barat, nikmati saja gowesnya yang penting sampai dengan selamat.



Sekitar pukul 11 siang kami semua pun akhirnya sudah berkumpul lagi di Rodalink Jogja Barat, dan selesailah agenda acara kegiatan event “Bikepackers” di Bulan April 2024 bersama Rodalink Jogja kali ini, secara keseluruhan acaranya terbilang sukses dan seru karena kegiatan gowesnya sendiri dilakukan secara santai tanpa diburu waktu sehingga saya secara pribadi pun masih bisa menikmati dan mendokumentasikan beberapa detail sepanjang perjalanan ini.


Ps : Terimakasih kepada pihak Rodalink Jogja yang telah mengundang saya dari Gowes Wisata untuk berpartisipasi meramaikan kegiatan ini, sukses selalu untuk kalian semua dan ditunggu agenda kegiatan gowes berikutnya ya.

Thursday, 1 June 2023

JEMBATAN TALANG BOWONG

Selamat datang Bulan Juni, semoga kalian semua tetap dalam kondisi sehat ya.

Baiklah di postingan awal bulan ini kita akan mengulas sebuah tempat yang ringan-ringan saja karena tujuan gowes wisata kita kali ini adalah sebuah lokasi yang sebenarnya biasa saja, tidak ada kaitannya dengan spot wisata apapun, baik itu wisata sejarah, wisata budaya, maupun wisata alam (yang ini mungkin bisa dikaitkan mengingat lokasi disekitarnya memiliki view yang cukup menarik).




Jadi tujuan Gowes Wisata kita kali ini adalah sebuah Jembatan yang berlokasi di Jalan Raya Dusun Klepu, Banjar Arum, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulonprogo, Propinsi DI Yogyakarta, namanya adalah Jembatan Talang Bowong. Kenapa Jembatan Talang Bowong ini menarik untuk diulas? Karena spot jembatan satu ini memiliki keterkaitan dengan para pesepeda yang kebetulan sedang melintas atau berwisata di daerah sekitar Nanggulan, yup jembatan yang sudah ada sejak Tahun 70-an ini dan sempat mengalami rehabilitasi sekitar Tahun 2019 dikenal juga sebagai salah satu spot yang sering dijadikan sebagai rest area atau tempat berkumpulnya para goweser disepanjang jalur Luna Maya, Nanggulan, Kulonprogo.




Jembatan yang merupakan penghubung dari 3 kapanewon yaitu kapanewon Nanggulan, kapanewon Girimulyo, dan kapanewon Kalibawang ini berfungsi juga sebagai jalur saluran irigasi utama dan penyuplai kebutuhan air yang diperlukan bagi lahan-lahan pertanian yang berada disekitarnya.




Seiring semakin populernya wilayah Nanggulan sebagai spot wisata yang menawarkan keindahan panorama area persawahan, tak ayal jalur yang berada disepanjang saluran irigasi selokan mataram ini pun juga semakin ramai dilintasi oleh para pesepeda, baik itu pesepeda individu, kelompok komunitas, maupun paket wisata bersepeda yang dikelola secara profesional oleh biro perjalanan, bahkan penamaan jalur ini menjadi jalur Luna Maya juga disebabkan karena sosok sang selebriti tersebut pernah bersepeda disepanjang jalur ini. Jika kalian mengikuti rute ini maka kalian akan disuguhi panorama area persawahan yang terhampar luas, selain itu jika cuaca kebetulan sedang cerah maka kalian juga bisa melihat penampakan Gunung Merapi dan Merbabu dikejauhan, dan tak hanya itu saja karena disepanjang jalur Luna Maya ini sebenarnya jika terus diikuti maka kalian juga bisa mampir kebeberapa spot wisata lainnya yang berada tidak begitu jauh dari jalur ini, antara lain Puncak Kleco, Bendung Kayangan, Pronosutan view, dan beberapa spot selfie lainnya yang sedang dibangun oleh beberapa pengelola tempat kuliner disekitar sini seperti Mahaloka Paradise, Geblek Pari, dan lainnya.




Disekitar lokasi Jembatan Talang Bowong sendiri saat ini juga sudah ada warung-warung semi permanen yang dibuat oleh warga sekitar sehingga sembari beristirahat melepas lelah kalian juga bisa menikmati aneka jajanan pasar, teh atau kopi hangat yang disajikan disini. Warung-warung ini buka setiap hari, namun saat weekend atau hari libur tiba bisa dipastikan lokasi disekitar jembatan ini saat pagi hari akan dipenuhi oleh para pesepeda, seru bukan?





Ketika saya iseng menyusuri rute ini mulai dari Jembatan Talang Bowong ke arah Patung Sapi, setibanya di dekat SD Negeri Kalisonggo saya pun mengarahkan sepeda saya menyeberangi selokan melintasi jalan desa yang agak rusak, kurang lebih sekitar 100 meter kemudian setelah melewati jembatan terhamparlah view pemandangan lain yang membuat saya berdecak kagum, disini saya  melihat pemandangan panorama akses jalan desa yang diapit oleh hamparan perkebunan tebu disepanjang sisi kiri dan kanannya, pemandangan ini semakin bertambah epic karena kebetulan tebu-tebu yang ada disini sedang berbunga, pokoknya wow bangetlah dan sangat sayang jika momen seperti ini tidak diabadikan oleh lensa kamera saya, terlebih lokasi ini sepertinya belum banyak diketahui oleh wisatawan, sehingga suasana disekitar spot ini masih sepi, saya pun menge-pin lokasi ini digooglemaps dengan keyword “Jalur Kebun Tebu Nanggulan”, sehingga bagi kalian yang penasaran dengan lokasi ini kalian bisa kesini dengan mengikuti rute yang ada di googlemaps.





Puas berfoto-foto dengan latar view pemandangan yang keren abis ini saya pun kembali melanjutkan perjalanan menyusuri jalur selokan mataram ini sampai kemudian berbelok dan finish di Mahaloka Paradise yang saat itu sedang ramai oleh wisatawan.


Bagaimana apa kalian tertarik untuk berwisata atau bersepeda disepanjang Jalur Luna Maya, Jalur Kebun Tebu Nanggulan, dan Jembatan Talang Bowong ini? 🙂

Wednesday, 29 December 2021

GOA BATU JONGGOL

Postingan ini merupakan kelanjutan dari petualangan Gowes Wisata sebelumnya di Goa Kalilingseng (ulasan lengkap mengenai Goa Kalilingseng bisa kalian baca tepat di postingan Bulan November).


Baiklah, jadi setelah selesai mengambil beberapa dokumentasi di Goa Kalilingseng kini saatnya lanjut lagi menuju lokasi target berikutnya yaitu Goa Batu Jonggol yang menurut keterangan warga sekitar berada tak jauh dari lokasi Goa Kalilingseng, nah berhubung sepertinya sayang jika dilewatkan jadi yuk lah kita sambangi sekalian 🙂


Goa Batu Jonggol tepatnya berlokasi di Dusun Gunung Pentul, Karangsari, Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulonprogo, DI Yogyakarta. Jaraknya kurang lebih 3km dari Goa Kalilingseng. Ada dua rute untuk menuju kesana, yaitu melalui jalan raya (tapi jadi agak muter-muter kalau dari Goa Kalilingseng), atau melalui jalan perkampungan (saya memilih lewat rute ini karena lebih dekat), kondisi rute di jalan perkampungan ini agak rusak dan berbatu sehingga kalian harus berhati-hati supaya tidak terpeleset saat menanjak (tenang tanjakannya tidak terlalu curam kok) 😁



Tepat usai tanjakan ada semacam pos dan dibawahnya terlihat warung kecil yang sepertinya menjual snack dan minuman, berhubung disini warung masih sangat jarang ditemui sedangkan perjalanan pulang nantinya juga masih jauh jadi saya pun membeli minuman untuk mengisi botol minum yang hampir kosong (harganya juga masih tergolong wajar kok),setelah istirahat sejenak saya pun kembali melanjutkan perjalanan hingga akhirnya sampai juga di pintu masuk menuju Goa Batu Jonggol


Suasana ditempat ini masih relatif sepi, saat saya berkunjung pun tidak ada pengunjung lainnya, bahkan di pintu masuk juga tidak ada yang menjaga, sepertinya tempat ini memang belum terlalu populer, padahal jika dilihat dari aksesnya sebenarnya cukup mudah karena berada tepat di pinggir jalan raya utama, selain itu fasilitas yang ada di tempat ini juga lebih rapi dan tertata jika dibandingkan dengan Goa Kalilingseng. Selain pos penjagaan juga ada toilet umum, lahan kosong untuk spot camping atau outbond, tangga, dan panggung yang biasa digunakan untuk pasar tradisional di hari-hari tertentu, sayangnya dibagian mulut Goa ini telah dihias dengan ornament buatan sehingga saat pertama kali melihatnya malah serasa hendak masuk ke wahana permainan di Taman Hiburan.





Goa ini sendiri berbentuk seperti lorong lurus dengan panjang sekitar 80 meter dan lebar 1,5 meter, ketinggian rongga dalam Goa sekitar 2 – 3,5 meter. Pada bagian tengah goa di pinggir sebelah kirinya terdapat cerukan seperti sumur dengan kedalaman sekitar 3 meter yang berfungsi sebagai resapan dan penampungan air saat musim penghujan karena dulunya Goa ini juga difungsikan sebagai jalur rel kereta lori untuk mengangkut hasil tambang mangan.






Berdasarkan sejarahnya Goa ini merupakan peninggalan zaman penjajahan Belanda dan Jepang. Sekitar Tahun 1940 – 1941 di masa kolonial seorang Bos besar bernama Nyan Pieter Nyanvin memimpin pembuatan Goa tersebut, namun saat Jepang berkuasa di Indonesia penambangan mangan tersebut sempat terhenti, dan barulah di Tahun  1955 – 1958 aktivitas penambangan mulai kembali dilakukan. Sekitar Tahun 1960 – 1965 penambangan ini dikelola oleh seorang pemborong besar dari Cina, namun sejak isu komunisme dan peristiwa G30 SPKI maka aktivitas penambangan ini kembali terhenti dan tidak berlanjut lagi sampai sekarang, entahlah apa alasannya, apakah karena bahan tambang yang digali sudah habis ataukah ada faktor lainnya yang menyebabkan aktivitas penambangan ini tidak dilanjutkan lagi hingga saat ini.



Yang pasti keberadaan Tambang-tambang mangan ini telah menjadi saksi bisu sejarah perjuangan bangsa kita melawan penjajahan yang datang untuk menindas dan mengeksploitasi kekayaan sumberdaya alam yang kita miliki, oleh karena itu sebagai generasi penerus sudah sepatutnya kita bergerak untuk menjaga dan mengelola semua sumberdaya alam yang dimiliki oleh Negara ini untuk kemakmuran warganya, jangan sampai kita menjadi generasi yang buta akan sejarah bangsanya sendiri dan sebaliknya malah mengagungkan prestasi atau budaya bangsa lain.


Nah kurang lebih seperti itulah hasil petualangan Gowes Wisata kali ini di penghujung Tahun 2021, sebentar lagi kita akan merayakan Tahun Baru 2022, semoga di Tahun yang akan datang keadaan akan menjadi lebih baik lagi dan Pandemi Covid segera usai sehingga kita semua bisa beraktivitas dengan lebih maksimal, dan juga semoga Indonesia semakin hebat, karena kalian semua juga adalah orang-orang hebat diluar sana jadi yuk kita berkreasi dengan keahlian serta potensi apapun yang kalian kuasai.



sampai jumpa di petualangan Gowes Wisata berikutnya.