Showing posts with label Jakarta. Show all posts
Showing posts with label Jakarta. Show all posts

Thursday, 5 March 2015

Kaskus Office (KASKUS Playground)


Late post (18/06/14). Sewaktu hendak merapikan folder-folder di dalam Harddisk ternyata masih banyak koleksi foto dan petualangan yang belum saya upload ke blog goweswisata, baiklah saatnya mulai mencicil deh hehe...:)

Kunjungan ke kantor Kaskus kali ini berawal ketika saya dan pasangan saya pulang ke Jakarta untuk menyelesaikan beberapa urusan disana, sembari menyelesaikan urusan, kami juga menyempatkan diri untuk bersilahturahmi dengan beberapa teman di Jakarta, kebetulan salah satu teman ini bekerja sebagai moderator forum sepeda di Kaskus dan karena ia juga sudah tahu tentang kegiatan saya sebagai blogger yang hobby bersepeda maka ia pun mengajak kami berdua untuk ikut serta ke kantornya, sekaligus karena ia juga sedang ada urusan dikantor, daripada penasaran (dan ga ada kerjaan lebih tepatnya) maka kami pun mengiyakan tawarannya

Oya bagi para pembaca yang belum tahu mengenai apa itu Kaskus? Saya akan menjelaskan sedikit gambaran mengenai Kaskus, Kaskus berasal dari kata Kasak-Kusuk atau perbincangan, dari sini sebenarnya juga sudah bisa ditebak bahwa awalnya media sosial ini dibuat oleh sang founder yaitu Andrew Darwis dan dua orang temannya sewaktu mereka kuliah di luar negeri sebagai media sharing informasi untuk mengetahui perkembangan berita-berita yang terjadi di Indonesia, seiring waktu nama Kaskus pun semakin berkembang dan tidak hanya sebatas sarana chit-chat semata, melainkan juga berekspansi dengan adanya forum jual beli dan penambahan beberapa sub kategori topik perbincangan, sehingga peminat dari berbagai komunitas atau hobby juga bisa saling bertukar ide, pengetahuan, menambah pertemanan hingga membentuk komunitas sendiri berdasarkan kesamaan minat dari berbagai sub kategori yang ada di Kaskus tersebut, salah satunya adalah Koskas (komunitas sepeda kaskus) dimana dari sinilah awal mula saya kembali menekuni dunia bersepeda dan pada akhirnya membuat blog goweswisata

Kantor yang berlokasi di Gedung Menara Palma, Jalan HR. Rasuna Said Kav. 6, Blok X-2 Kuningan, Jakarta ini disebut juga sebagai KASKUS Playground, mengapa playground? Karena dengan interior dan konsep desain yang rada nyeleneh (berbeda dengan kebanyakan kantor pada umumnya yang cenderung formal) maka di sini penataan interiornya dibuat seakan seperti tempat bermain, mungkin hal ini jugalah yang menyebabkan para karyawan disini terlihat ceria dan bersemangat



Sembari menunggu teman saya meeting, maka kami pun tidak lupa bernarsis-ria hehe, di ruang tunggu yang dibuat seperti tempat bermain golf mini ini (bahkan tersedia stik golf dan bolanya) kami sempat bermain dan berkeliling, pokoknya this office is very cool :)



Latihan menjadi host hehe...


Detail tempat ini sepertinya benar-benar dibuat dengan cermat, berkonsep kreatif, bahkan untuk menuju ke toilet pun akses dan interiornya dibuat benar-benar out of the box (mungkin juga karena menyadari bahwa biasanya ide-ide ajaib berawal dari kamar mandi hehe)

Lorong menuju toilet dengan beragam penghargaan di dindingnya



Dinding yang sekaligus menjadi tempat testimoni bagi para pengunjungnya


Tempat semua ide berawal (biasanya hehe...)


Mungkin seperti inilah seharusnya sebuah kantor itu dirancang, menjadi sebuah tempat yang menyenangkan dan dapat membangkitkan semangat bekerja para karyawannya, bukan sebagai tempat yang membosankan, serba kotak dan kaku, serta memenjarakan ide dari para karyawan sehingga produktifitas dari para karyawan pun menjadi tidak maksimal

Benar-benar pengalaman yang unik dan menarik untuk mengunjungi sebuah tempat (apapun itu) yang dapat memberi inspirasi bagi kita secara positif, hmmm…semoga kelak saya pun dapat membuat basecamp goweswisata menjadi sebuah tempat yang unik, menarik, kreatif, serta inspiratif bagi siapapun yang mengunjunginya :)

Saturday, 14 July 2012

Fun Race Jakarta Garden City

Lokasi : Perumahan Jakarta Garden City, Cakung, Jakarta Timur (1 Mei 2011)

event : Fun Race (funbike dengan menggabungkan jalur road dan XC)

Sebenarnya event ini terselenggara berkat kerjasama antara pihak developer perumahan Jakarta Garden City dengan Komunitas Sepeda Kaskus regional Jakarta Timur yang ditunjuk sebagai Tim pelaksana penyelenggaraan event ini dalam rangka launching komplek perumahan tersebut.

Dengan mengusung tema hunian yang ramah lingkungan, agaknya pihak developer benar-benar jeli dalam melihat segmen pasar yang trend saat ini cenderung menginginkan hunian dengan lingkungan yang masih asri. Oleh karena itulah dalam rangka memperkenalkan kepada pasar maka dibuatlah event funbike dengan konsep yang unik, karena jika biasanya funbike selalu diadakan di rute aspal yang halus, namun kali ini funbike dibuat dengan menggabungkan rute aspal dan rute XC yang khusus diperuntukkan bagi pengguna sepeda jenis MTB, sedangkan untuk pengguna sepeda road atau seli tetap menempuh jalur aspal saja.

Seluruh rute baik itu road dan XC dipersiapkan oleh rekan-rekan dari Komunitas Sepeda Kaskus, mulai dari menentukan rute - mencangkul dan mempersiapkan area XC - membersihkan ilalang - hingga mempersiapkan peralatan medis dan safetynya. Pihak developer hanya membantu dari segi pendanaan, lokasi, dan penyediaan peralatan untuk event tersebut.

Menunggu detik-detik yang mendebarkan


Para peserta mulai berdatangan


Hadiah utama (semua hadiah yang disediakan benar-benar hanya seputar peralatan bersepeda)


Mari ajarkan anak untuk bersepeda sedari kecil sehingga saat besar nanti mereka belajar untuk memelihara lingkungannya


Peserta melalui rute onroad saat awal start


Peserta memasuki medan tanah yang merupakan area pembangunan yang belum selesai


Melintasi tepian danau buatan


Memasuki finish, tetapi ini belum usai karena masih ada pertandingan time trial melalui jalur XC yang khusus diperuntukkan bagi mereka yang telah lolos uji stamina dan scrutineering sepeda


Para peserta time trial bersiap


Yang menarik dalam event ini ada beberapa peserta anak yang berani mencoba rute XC dengan diawasi dan dibantu oleh para marshall dari panitia

Walau masih kecil tapi untuk urusan safety tetap nomer satu (use helmet is a must)



Inilah beberapa peserta yang menjadi "pemandangan" tersendiri dalam fun race ini (terutama bagi panitia untuk mengusir rasa lelah)



Akhirnya event fun race ini berakhir dengan sukses tanpa ada kendala yang berarti, walau masih ada beberapa kekurangan di sana-sini tetapi itu menjadi pengalaman bagi semua terutama panitia dalam mempersiapkan event berikutnya.

Keceriaan diwajah panitia seakan melupakan rasa lelah dalam mempersiapkan event ini


Keceriaan diwajah panitia seakan melupakan rasa lelah dalam mempersiapkan event ini

Semua berawal dari dunia maya yang kemudian dipersatukan karena kesamaan hobby, hingga akhirnya terwujud menjadi sebuah kesatuan layaknya persaudaraan.

Yup karena bersepedalah pada akhirnya saya mempunyai banyak teman-teman baru dan saudara-saudara baru.

"from cyberhood to brotherhood of cyclist"

Car Free Day HI

Lokasi : Rute CFD Jakarta (Sudirman - HI - Monas)

Waktu : Setiap hari Minggu pagi (06.00 WIB - 11.00 WIB)

Jakarta, salah satu Kota Metropolitan dengan tingkat pencemaran polusi udara tertinggi di Indonesia sebagai akibat atau efek samping negatif dari perkembangan kota menuju modernisasi (yang salah kaprah) tampaknya mulai berbenah (yang semoga bukan untuk pencitraan semata) dengan mencanangkan program Car Free Day atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor setiap minggunya di rute-rute yang telah ditentukan dengan tujuan mengurangi tingkat pencemaran emisi gas buang kendaraan bermotor dan juga sebagai sarana sosialisasi dan rekreasi bagi warganya.

Warga Jakarta yang setiap harinya merasa jenuh, stress, dan tertekan oleh kemacetan yang seakan semakin susah terurai dari hari ke hari, tekanan kerja, serta semrawutnya transportasi publik, seakan melampiaskan semua rasa penatnya pada saat Car Free Day berlangsung.

Di sepanjang Jl. Sudirman - bundaran HI - hingga monas dipenuhi oleh orang-orang yang berolahraga, baik itu bersepeda, berjalan kaki, jogging, senam sehat, hingga atraksi-atraksi yang diselenggarakan oleh berbagai perusahaan dengan mengusung slogan "Go Green"-nya. Saya bersama pasangan gowes saya pun menyempatkan diri untuk datang untuk melihat bagaimana program CFD ini berlangsung dengan menggunakan sepeda jadul kami masing-masing.

Beristirahat sejenak di Trotoar Bundaran Hotel Indonesia



Wahai Panglima Besar Jenderal Soedirman, apa yang akan kau katakan seandainya kau masih hidup dan melihat bagaimana tata kelola Negara ini sekarang


Seandainya kebiasaan seperti ini dilakukan setiap hari tentu Jakarta akan menjadi kota yang lebih manusiawi dan tidak macet ataupun terpolusi (sebuah solusi yang seakan sengaja tidak dipikirkan oleh mereka yang berkuasa)


Narsis di Jl. Sudirman



Narsis di Bundaran HI pake ilmu membelah diri :)


Beristirahat sejenak di Monas



Diperjalanan pulang selepas mengikuti kegiatan CFD (atau mungkin lebih tepat jika disebut Car Free Hours, karena tidak berlangsung selama satu hari penuh melainkan hanya beberapa jam saja), saya berpikir dan berharap semoga ke depannya para pembuat kebijakan di Negeri ini mau benar-benar memikirkan sebuah solusi jangka panjang untuk menciptakan kebijakan yang dapat menjadikan sebuah kota atau jika memungkinkan sebuah negara ini menjadi sebuah tempat yang benar-benar dapat memanusiakan warganya, dan harapan itu tidak akan pernah mati di pikiran saya :)

Kebun Binatang Ragunan

Lokasi tujuan goweswisata kali ini adalah Kebun Binatang Ragunan, Jakarta Selatan (23 Januari 2011)

Harga tiket masuk :
- Dewasa : Rp 4.000,-
- Anak : Rp 3.000,-
- Asuransi : Rp 500,-

Kendaraan :
- Bus / Truk : Rp 10.000,-
- Mobil : Rp 5.000,-
- Motor : Rp 2.500,-
- Asuransi : Rp 500,-

Sebenarnya tujuan awal goweswisata kali ini bukanlah ke Kebun Binatang Ragunan, awalnya kami hanya ingin bersepeda ke TMII saja (jadi gowes ke Ragunan ini benar-benar diluar rencana kami).

Start dari rumah seperti biasa jam 06.00 WIB, awalnya tujuan gowes kami adalah ke TMII, sehingga rutenya pun benar-benar menuju kesana, yaitu melewati Pangkalan Jati - Jl.jatiwaringin - Lubang Buaya - Pondok Gede, Jakarta Timur.

Ditengah perjalanan cuaca mendadak gerimis, untunglah tidak berlangsung lama sehingga kami pun dapat kembali meneruskan perjalanan ini.

Setelah sampai di TMII kami pun berjumpa dengan rombongan goweser lain dan berkenalan dengan mereka yang ternyata berasal dari JatiPadang Cycling Community. Kami pun akhirnya diajak masuk ke dalam memutari TMII (harga tiket masuk Rp 9.000,-). Di dalam TMII pada hari minggu pagi rupanya juga dimanfaatkan oleh warga sekitar maupun pengunjung untuk berolahraga maupun berekreasi beserta anggota keluarganya, tidak ketinggalan adanya pasar kaget di dalam area TMII juga turut menambah keramaian TMII itu sendiri

Setelah selesai memutari TMII yang ternyata cukup singkat waktunya,kami pun iseng bertanya kira-kira kalau mau ke Ragunan berapa jaraknya, mengingat mereka juga berdomisili disekitar sana. Akhirnya daripada langsung pulang dan waktu yang masih terhitung pagi, kami pun mencoba meneruskan perjalanan ini menuju Ragunan, akhirnya gowes dadakan ini pun berlanjut.

Dari TMII, keluar melalui pintu utama kemudian memutar balik melalui terowongan untuk kemudian menuju ke arah Kampung Rambutan - Jatipadang, kami pun hanya mengikuti rombongan gowes didepan saja sampai akhirnya kami meneruskan perjalanan berdua saja setelah melewati JatiPadang. Bermodal papan petunjuk lalu lintas dan bertanya kepada orang akhirnya kami sampai di Jl. TB. Simatupang dan langsung menuju Ragunan melewati pintu samping (ternyata jaraknya lumayan jauh dari TMII menuju Ragunan). Oya sekedar saran sebelum masuk Ragunan lebih baik membawa makanan sendiri atau makan dulu di tempat-tempat makan sebelum menuju Ragunan, karena harga makanan didalam Ragunan lebih mahal, tidak sesuai dengan papan keterangan harga menu makanan yang dipajang didepan tempat makan tersebut, sehingga daripada kecewa karena merasa tertipu lebih baik membawa makanan sendiri saja (semoga pemilik-pemilik kantin tersebut sadar bahwa perbuatan curang tersebut hanya akan membawa kerugian jangka panjang bagi mereka).

istirahat sejenak di depan loket tiket masuk Ragunan


Karena areal Ragunan yang cukup luas, maka didalam juga disediakan tempat persewaan sepeda bagi pengunjung sehingga memudahkan mereka untuk menjelajahi Ragunan. Kami pun hanya membayar tiket masuk sebesar Rp 5.000,- /orang untuk masuk ke Ragunan (sepeda hanya dikenakan biaya Rp 500,-)




Paling tidak dengan harga tiket yang lebih murah jika dibandingkan dengan tempat wisata lain di Jakarta, Ragunan merupakan salah satu lokasi yang sangat pas untuk berwisata edukasi mengenalkan beragam satwa dan tumbuhan kepada anak-anak sedari kecil supaya kedepannya mereka dapat lebih mengenal dan menjaga serta memelihara kelestarian ragam hayati dan hewani yang ada di alam bebas.



walaupun hanya menggunakan sepeda jadul tipe marin generik (saya), dan sepeda uk.24 senator single speed (pasangan saya), tetapi terbukti kami sanggup menempuh rute-rute jauh, memang pada akhirnya apapun tipe sepedanya yang terpenting adalah semangat gowesnya dan menikmati setiap kayuhan pedal ini.

Kami pun kemudian meneruskan perjalan pulang sekitar jam 14.00 WIB dengan menempuh rute melalui Mampang - Kuningan - Casablanca - Cipinang - Buaran. Entahlah sudah berapa km jarak yang telah kami tempuh, yang pasti sangat melelahkan tetapi menyenangkan karena kami menikmati gowes kali ini dan lebih senang lagi karena kendaraan kami tidak menambah polusi yang merusak alam

"The Joy is on the journey it self, not the destination"

Susur Kanal Banjir Timur (KBT)

Gowes Susur Kanal Banjir Timur KBT (10 April 2011)

Total Jarak : +/- 23km (PP = 46km)

Inilah perjalanan bersepeda yang terhitung cukup jauh dan perdana bagi saya disaat awal memulai menggeluti dunia sepeda lagi setelah sekian lama saya tidak bersepeda (terakhir kali mungkin saat SMP)

Perjalanan ini sebenarnya terhitung muter-muter alias nyasar dikarenakan pada saat itu KBT masih dalam tahap pembangunan, sehingga rute pastinya saya tidak tahu sebelumnya (so i'm totally lost, don't know where to start).

Baiklah, perjalanan kali ini dimulai jam 05.00 WIB dari rumah saya sewaktu masih di Jakarta, di daerah Duren Sawit, Jakarta Timur. Start dari rumah tepat setelah Subuh menuju Bekasi Barat karena saya harus menjemput pasangan gowes saya terlebih dahulu di Bekasi Timur. Gowes saat subuh pun terasa panjang karena suasana masihgelap, sepi, dan dingin, hanya sesekali bertemu tukang sayur yang berangkat memulai aktivitasnya.

Rute berangkat total hanya onroad saja melewati pondok kelapa - lampiri - kalimalang - dan Tikum di depan Bekasi Cyber Park (BCP) di perempatan MM, total waktu hanya sekitar 45 menit saja dan jarak sekitar 19km.

Ternyata pada saat itu juga bertepatan dengan kegiatan Car Free Day Kota Bekasi di sepanjang Jl. A. Yani yang dimeriahkan dengan event funbike, untunglah saya tidak ikut bermacet-macet ria mengikuti funbike karena dari awal perjalanan bersepeda menyusuri KBT ini memang telah direncanakan sebelumnya.

Setelah pasangan gowes saya datang maka perjalanan dilanjutkan menyusuri Jl. Kalimalang menuju Pondok Kopi (sebenarnya hanya karena ketidaktahuan saya saja maka perjalanan ini jadi terkesan muter-muter, sebenarnya jika dari Bekasi (perempatan MM) bisa langsung menuju jalur KBT melalui Harapan Indah via Jl. A. Yani - Jl. raya cakung dan masuk dari jembatan KBT yang melalui Harapan Indah). Akhirnya kita masuk melalui rute KBT yang di Pondok Kopi.



start dari pondok kopi, hanya berdua saja, menggunakan sepeda united dominate standar(saya), dan sepeda uk.24 senator Single Speed (pasangan saya)

awal dari masuk rute KBT pondok kopi,jalanan masih halus berupa cor-coran, setelah itu mulai masuk rute tanah gembur dan sebagian kerikil yang dipadatkan (berharap ban sepeda pasangan saya aman-aman saja, karena menggunakan ban swallow tipe road)


numpang narsis di jembatan penyeberangan KBT



rute jalan yang masih kasar karena pembangunan yang belum selesai

sebenarnya dengan rute jalan yang masih berupa tanah dan kerikil ini lumayan mengasyikkan karena jadi terkesan masih alami seperti jalan pedesaan (maklum di Jakarta susah menemukan rute-rute yang masih alami)



aliran sungai KBT yang masih jernih (entah sampai kapan air yang jernih ini dapat bertahan tetap jernih)

rute yang hanya lurus saja ditambah sinar matahari yang menyengat dan ketiadaan pohon-pohon peneduh disepanjang aliran sungai membuat suasana menjadi benar-benar panas dan gersang, untunglah ada penguapan dari air KBT sehingga menjaga kelembaban suhu. Sekedar saran bagi yang ingin mencoba rute KBT ini lebih baik membawa minum yang banyak karena udara yang cerah membuat badan menjadi cepat dehidrasi. Satu-satunya minimarket untuk tempat beristirahat dan membeli minum atau makanan hanya terletak di Pintu Air ke dua yang ada di MetLand, selebihnya benar-benar sepi tanpa peradaban (usahakan juga membawa tools sepeda dan ban dalam cadangan untuk berjaga-jaga, karena tidak ada bengkel sepeda sepanjang rute)



Pintu Air MetLand, diseberangnya ada komplek perumahan MetLand, minimarket terdekat dan satu-satunya hanya ada disini, jadi lebih baik beristirahat sejenak dan mengisi bekal terutama air minum

akhirnya setelah melewati pintu air Metland mulai tercium aroma laut, artinya laut sudah dekat (akhirnya), sayangnya di Pintu air terakhir mulai tercemar oleh limbah detergen (semoga semua mulai sadar untuk menjaga lingkungan)






akhirnya sampai juga ke laut, ujung dari KBT yang terletak di Marunda, Cilincing, Jakarta Utara

Istirahat sejenak sembari mengambil dokumentasi foto



akhirnya sukses juga perjalanan perdana bersepeda menyusuri KBT kali ini tanpa kendala apapun, disaat KBT masih dalam tahap pembangunan