Showing posts with label Gear Review. Show all posts
Showing posts with label Gear Review. Show all posts

Friday, 15 April 2022

CARA MEMILIH SADEL SEPEDA SESUAI KEBUTUHAN

Halo sobat penikmat Gowes Wisata, semoga kalian selalu sehat dan tetap menikmati kegiatan bersepeda ya, apalagi di Bulan Ramadhan kali ini setidaknya jangan sampai kalian malas dan tidak meluangkan waktu untuk sekedar berolahraga ringan, tetap bergerak supaya stamina tubuh tetap terjaga 🚴.


Baiklah di postingan kali ini kita akan membahas mengenai salah satu bagian sepeda yang sangat berperan dalam menentukan kenyamanan kita saat bersepeda, yaitu sadel atau jok sepeda.



Bagi para pemula atau orang awam, kebanyakan dari kita tidak terlalu memusingkan urusan upgrade parts atau aksesoris sepeda, tetapi seiring waktu ketika kita mencoba menekuni hobby bersepeda ini dan belajar mengenai seluk-beluknya pastinya mulai timbul rasa penasaran untuk meng-upgrade sepeda yang kita miliki, baik itu karena memang untuk mengejar faktor kenyamanan ataupun sekedar untuk mempercantik tampilannya. Disinilah pentingnya kita untuk belajar memilah antara kebutuhan versus keinginan, karena di luar sana pastinya bertebaran banyak parts dan penjual aksesoris sepeda dengan bentuk yang terlihat menarik dan membuat lapar mata, namun pada akhirnya beberapa fancy stuff tersebut tetap terasa tidak nyaman saat kita gunakan.


Sadel sepeda sebagai salah satu komponen atau bagian dari sepeda memiliki peran yang sangat penting untuk menentukan kenyamanan, terutama bagi kalian yang sering bersepeda dalam durasi yang cukup lama, misalnya touring atau commuting.


Penggunaan sadel yang tidak sesuai akan membuat kita merasa tidak nyaman, cepat lelah dan merasa kram (terutama pada bagian tulang duduk atau sit bone), yang mana jika hal tersebut diabaikan bukan tidak mungkin kedepannya justru akan berakibat kepada hal yang lebih serius seperti masalah medis, mempengaruhi postur tubuh, dan lainnya. Lalu bagaimana sebenarnya cara memilih sadel yang sesuai dengan kebutuhan kita?


Saya membuat tulisan mengenai sadel ini pun berdasarkan pengalaman setelah mencoba berbagai jenis sadel, mulai dari sadel bawaan asli sepeda hingga sadel aftermarket dengan berbagai bentuk, ukuran, material, brand, dan faktor lainnya, sehingga sampai pada kesimpulan bahwa tidak ada sadel yang benar-benar 100% sempurna dalam artian tidak ada sadel yang bersifat all in one, dimana satu jenis sadel bisa nyaman untuk digunakan atau diterapkan pada berbagai aliran bersepeda yang berbeda-beda, karena setiap dari kita memiliki riding passion yang berbeda, setting sepeda yang berbeda, perbedaan fleksibilitas, dan variasi pada lebar tulang duduk setiap orang. Terlebih rasa nyaman itu sendiri pun sebenarnya bersifat subyektif pada setiap orang, setiap individu memiliki tolak ukur kenyamanan versi mereka sendiri yang berbeda antara satu pesepeda dengan pesepeda lainnya, baik itu dari mereka yang sealiran maupun yang bebeda aliran gaya bersepedanya.


Umumnya ketika kita mempertimbangkan untuk mulai mengganti sadel asli bawaan sepeda biasanya kebanyakan didasari oleh rasa bosan, bentuk yang kurang menarik, dan tentunya rasa tidak nyaman menggunakan sadel asli bawaan sepeda itu sendiri. Oleh karena itu faktor budget, bentuk, warna, dan brand biasanya menjadi prioritas dan memegang porsi perhatian terbesar kebanyakan orang saat mulai meng-upgrade, sangat sedikit pengguna yang mengupgrade sadel dengan prioritas dimensi sadel ideal, material, dan riding style masing-masing.


Bagi kalian yang masih bingung menentukan sadel seperti apa yang sesuai dengan kebutuhan bersepeda kalian, yuk kita analisa dan jabarkan satu persatu penyebab rasa ketidaknyamanan dan ketidak puasan kalian terhadap sadel bawaan asli sepeda masing-masing sebelum memutuskan untuk mengganti dan membeli sadel aftermarket diluar sana.


Bike Fitting dan Posisi Gaya Bersepeda



Ingat baik-baik kedua faktor ini dalam memilih atau menentukan jenis sadel seperti apa yang nantinya akan kalian cari. Terkadang sadel bawaan asli sepeda justru adalah sadel terbaik yang sebenarnya sesuai dengan kebutuhan kalian, hanya saja karena kalian tidak melakukan Bike Fitting atau pengukuran setting sepeda yang tepat maka penggunaan sadel pun menjadi tidak optimal.



Pastikan ketinggian sadel dan posisinya terhadap pedal sudah tepat sesuai postur pengguna supaya sadel bisa berfungsi maksimal (area maksimal adalah pada bagian belakang sadel), setelah sadel terpasang coba kalian duduk dan mulai mengendarai sepeda kalian, jika posisi duduk kalian cenderung bergeser pada bagian depan atau nose sadel maka hal tersebut menandakan ada yang salah pada posisi bersepeda, saddle correction (maju-mundur, menukik-mendongak) dan fleksibilitas kalian.




Posisi tubuh saat bersepeda memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap pemilihan karakter sadel. Rasa sakit (kebas atau kesemutan) pada saat duduk biasanya berhubungan dengan titik tekanan pada syaraf dan pembuluh darah, selain itu dimensi sadel juga  berpengaruh terhadap cedera akibat adanya gesekan antara kulit dengan bagian sadel.


Coba ukur jarak antara sit bone kalian (bisa menggunakan bak pasir atau coba duduki telapak tangan kalian, dari situ akan terasa dimana titik sit bone kalian), setelah didapat hasil pengukurannya kemudian tambahkan 2cm untuk mendapatkan karakter sadel yang sesuai, jika sadel terlalu lebar maka akan cenderung menyebabkan gesekan, sebaliknya jika terlalu sempit maka sit bone tidak akan bertumpu dengan baik.


Setelah mendapatkan dimensi sadel yang sesuai, langkah berikutnya adalah menentukan bentuk sadel yang cocok dengan gaya dan posisi tubuh kalian saat bersepeda. Posisi tubuh sendiri supaya lebih memudahkan akan kita bagi menjadi tiga bagian berdasarkan posisi ketinggian sadel terhadap handlebar, yaitu comfort atau upright body position, performance, dan race.








Comfort atau upright body position adalah posisi dimana posisi duduk cenderung tegak, ketinggian sadel berada dibawah ketinggian grip handlebar, biasanya bisa kita lihat pada sepeda citybike, folding bike, dan aliran commuting serta touring. Posisi seperti ini membutuhkan sadel dengan area padding yang lebih luas atau lebih lebar (semakin upright biasanya semakin lebar) untuk mensupport area sit bones. Sadel jenis ini biasanya juga memiliki bentuk atau area nose yang tidak terlalu panjang, beberapa tipe sadel model ini bahkan sudah dilengkapi sistem suspensi (spring atau shock absorber) untuk meredam guncangan yang dialami pengguna ketika melewati medan yang tidak rata supaya tetap terasa nyaman.







Performance adalah posisi sadel yang cenderung sejajar dengan ketinggian grip handlebar, walaupun beberapa ada yang lebih tinggi atau lebih rendah tetapi perbedaannya tidak terlalu signifikan. Karakter riding seperti ini biasanya membutuhkan sadel dengan bentuk yang tidak selebar posisi upright body position, cenderung lebih kearah medium ataupun mengerucut, dan panjang sadel sekitar 26cm, biasanya bisa kita lihat pada beberapa jenis sepeda touring, bikepacking, mtb recreational, hingga folding bike.






Race, seperti namanya adalah bagi mereka penikmat kecepatan seperti roadbike, fixed gear, downhill, all mountain dan lainnya. Posisi sadel cenderung berada lebih tinggi daripada grip handlebar (kecuali pada downhill dan AM yang sengaja lebih diturunkan untuk menghindari benturan saat melompat dan memindahkan center of gravity lebih ke belakang). Sadel jenis ini biasanya memiliki bentuk lebih sempit, memiliki nose lebih panjang, dan terlihat slim.



Sadel sepeda sendiri memiliki ujung atau nose yang berfungsi untuk mengatur keseimbangan dan memudahkan kontrol terhadap sepeda (terasa signifikan pada kecepatan tinggi atau rute menurun).


Untuk wanita biasanya sadel cenderung memiliki bentuk lebih lebar daripada untuk pria sesuai dengan bentuk sit bone dan area depan.



Pengunaan celana padding sendiri bukanlah suatu keharusan untuk mengejar kenyamanan, terutama pada upright body position karena area tekanan pada sit bone sebagian besar sudah tercover oleh area padding sadel itu sendiri, namun pada performance dan race oriented position barulah penggunaan celana berpadding akan terasa efeknya.


Sampai disini kita sudah mendapatkan bayangan atau gambaran tentang bentuk dan dimensi sadel seperti apa yang sesuai dengan kebutuhan kita, berikutnya adalah memastikan bahwa sadel yang nantinya akan kita gunakan harus awet dan kuat untuk menahan beban tubuh kita, dalam hal ini yang perlu kita perhatikan adalah faktor railing sadel. Saat ini kebanyakan sadel yang beredar dipasaran memiliki railing dari bahan chromoly, titanium, hingga carbon, masing-masing tentunya memiliki kekurangan dan kelebihan, baik itu dari segi harga, bobot, dan kekuatan. Namun satu hal yang pasti dan wajib kalian perhatikan adalah pastikan untuk memeriksa kepresisian railing sadel, jangan sampai posisi railing sadel tidak presisi dimana ketika sadel dipasang maka posisi sadel menjadi miring sebelah, karena selain mengganggu tampilan secara estetik hal tersebut juga bisa mengakibatkan cedera postur tubuh.


Empuk = Nyaman?


Apakah sadel yang empuk sudah pasti nyaman? Belum tentu, karena seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa Bike Fitting dan posisi gaya bersepeda memiliki peran yang jauh lebih penting dalam menentukan pemilihan jenis sadel yang nyaman dan sesuai kebutuhan kita.


Pengunaan material gel dan density foam (Foam/busa padat) memang menjadikan sadel terasa lebih empuk (saat dipegang), namun belum tentu juga bahwa sadel gel akan terasa lebih empuk daripada sadel yang hanya menggunakan foam sebagai pengisi bagian dalamnya, karena penggunaan material luar pelapis atau penutup sadel seperti leather dan sintetik juga berpengaruh dalam menentukan respon tekanan pada sadel, belum lagi faktor seperti daya lentur railing sadel saat menerima dan menyalurkan beban, daya elastisitas tubing seatpost (sistem thudbuster dan suspension seatpost), sampai tekanan angin pada ban, semuanya juga memiliki pengaruh yang cukup penting dalam menjadikan posisi tubuh kita saat duduk dan melaju di medan jalan yang rusak terasa empuk dan nyaman, terkecuali kalian seorang reviewer handal atau bagian bokong kalian memiliki indera perasa tekanan yang sangat sensitif maka perbedaan keempukan masing-masing sadel (dengan mengabaikan faktor-faktor luar lainnya) sangat sulit untuk ditentukan atau dirasakan secara signifikan.


Sampai disini semoga kalian sudah memahami dan mengerti faktor-faktor yang membuat sebuah sadel terasa cocok untuk penggunaan tertentu, dan mendapat gambaran seperti apa sadel yang kalian butuhkan nantinya supaya ketika kalian memilih sadel tidak terjebak dengan rayuan manis khas advertising pihak produsen atau penjual

Sampai disini semoga kalian sudah memahami dan mengerti faktor-faktor yang membuat sebuah sadel terasa cocok untuk penggunaan tertentu, dan mendapat gambaran seperti apa sadel yang kalian butuhkan nantinya supaya ketika kalian memilih sadel tidak terjebak dengan rayuan manis khas advertising pihak produsen atau penjual


Selamat ber-Gowes Wisata


Referensi tambahan :

Cyclingabout.com

Some photos from google

Wednesday, 21 September 2016

Gear Review; Sleeping Pad Naturehike

Bagi para penikmat kegiatan luar ruang atau outdoor adventure yang sudah sering berkelana kemana-mana dan mulai beranjak serius menekuni hobby yang satu ini tentunya kalian sudah sangat familiar dengan istilah sleeping pad atau air mattress, tetapi walaupun begitu bagi para pemula kegiatan outdoor yang hanya sekedar melakukan “kemping ceria” saja, penggunaan air mattress atau sleeping pad belumlah terlalu populer, keberadaannya masih terasa asing jika dibandingkan dengan sleeping bag dan matras, hal inilah yang menyebabkan sleeping pad seringkali tidak tercantum dalam list perlengkapan outdoor yang harus dibawa ketika hendak bepergian, lalu seberapa pentingnyakah fungsi sleeping pad serta bagaimana cara memilih sleeping pad yang baik? Hal ini akan kita bahas satu persatu :)

Ketika melakukan kegiatan luar ruang tentunya kondisi fisik kita akan menghadapi medan yang jauh dari kenyamanan, untuk itulah kondisi fisik yang prima menjadi syarat mutlak yang tidak bisa ditawar-tawar lagi sebelum kalian memutuskan pergi bertualang

Selain tantangan dari alam berupa terpaan panas mentari serta dinginnya kabut dan hujan, fisik kita (terutama bagian pundak dan punggung) juga masih harus menanggung beratnya beban bawaan yang kita bawa, semakin lama kita menempuh perjalanan maka semakin terasa juga rasa lelah yang mendera tubuh, oleh karena itulah ketika pada akhirnya kalian tiba di destinasi akhir atau sekedar beristirahat semalam sebelum melanjutkan perjalanan di keesokan harinya maka satu-satunya hal yang terlintas di pikiran kalian dan memang dibutuhkan adalah kesempatan beristirahat yang maksimal untuk melakukan proses recovery tubuh, jika proses recovery ini tidak dimanfaatkan secara baik maka bisa dipastikan lambat laun tubuh kalian juga akan mengalami rasa fatique atau lelah yang teramat sangat dimana efek jangka panjangnya tentu saja akan berakibat negatif terhadap kondisi total kesehatan kita

Selama proses recovery atau beristirahat inilah maka tidur yang efektif dan efisien merupakan salah satu cara yang paling terasa manfaatnya di keesokan harinya, dengan tidur jugalah maka tubuh kalian akan merecovery seluruh sel yang rusak, meluruskan dan melemaskan syaraf yang sedari tadi dalam keadaan tegang akibat aktivitas fisik menjadi rileks, namun bagaimana caranya supaya tidur yang kita lakukan menjadi efektif dan efisien? Karena jika kita asal tidur saja tidak jarang di keesokan harinya justru badan kita akan mengalami rasa lelah yang jauh lebih terasa daripada sebelumnya dikarenakan posisi tidur atau kondisi tidur yang salah

Disinilah pentingnya penggunaan sebuah sleeping pad atau air mattress, karena jika kita hanya mengandalkan kepada matras dan sleeping bag saja maka hal tersebut belumlah cukup maksimal, terlebih dengan kontur topografi dimana kita mendirikan tenda yang tidak selalu datar, terkadang ada kontur yang tidak rata dan bahkan terasa keras atau berbatu, penggunaan matras saja sebagai alas tidur belumlah cukup untuk meminimalkan kerasnya kontur topografi yang terasa di bagian punggung kita, sedangkan fungsi sleeping bag hanyalah untuk menghangatkan, bukan untuk melembutkan alas tidur kita.

Dengan menggunakan sleeping pad maka ketika hendak beristirahat kita hanya tinggal meniup sleeping pad tersebut sehingga tidur kita pun akan menjadi nyaman tak ubahnya seperti tidur beralaskan kasur, kerasnya kontur topografi yang menjadi tempat dimana kita mendirikan tenda diatasnya pun menjadi tidak terasa, sehingga bagian punggung yang sejak awal menanggung beban berat tadi pun pada akhirnya dapat melakukan proses recoverynya secara maksimal

Selain untuk kegiatan outdoor penggunaan sleeping pad juga cukup berguna ketika kita melakukan traveling atau digunakan saat keadaan darurat lainnya, ketika kita tidak mendapatkan tempat bermalam atau penginapan yang kurang nyaman dikarenakan ketiadaan alas tidur maka kita tidak perlu mengeluh karena kita hanya tinggal meniup sleeping pad yang kita bawa tersebut

Lalu bagaimana cara memilih sleeping pad yang baik? Seberapa baik kualitas dari sebuah sleeping pad atau peralatan outdoor lainnya biasanya akan berbanding lurus dengan harga yang ditawarkan, namun selain faktor kualitas material yang digunakan maka faktor brand atau merk terkadang juga turut memengaruhi harga yang ditawarkan tersebut, terlebih dengan embel-embel ultralight dimana para produsen berusaha untuk memangkas bobot dari barang supaya tidak terlalu berat ketika dibawa namun tetap dengan tidak mengurangi kualitas dari barang tersebut

Dipasaran barang-barang keperluan outdoor sendiri saat ini sudah banyak beredar beberapa jenis sleeping pad dari berbagai produsen, nama-nama besar brand oudoor seperti therm-a rest, big agnes, expeed, dan lainnya telah menawarkan berbagai varian sleeping pad sesuai yang kita butuhkan, namun tentu saja disini faktor hargalah yang menjadi salah satu kendala, walaupun produk mereka memang bagus dan berkualitas namun tetap saja dengan frekuensi penggunaan yang hanya sesekali di medan yang tidak terlampau ekstrem maka penggunaan barang-barang tersebut akan menjadi terlihat overprice

Lantas bagaimana cara memilih sleeping pad yang baik sesuai kebutuhan kita? Disini tentu saja kita harus memperhatikan beberapa faktor supaya apa yang kita beli kedepannya sudah tepat atau sesuai dengan apa yang memang benar-benar kita butuhkan. Faktor pertama adalah tentu saja adalah menyangkut urusan budget, berapa dana yang kita siapkan untuk membeli sleeping pad tersebut, normalnya kisaran harga sleeping pad kelas ekonomis namun dengan kualitas yang tidak mengecewakan adalah sekitar 700 ribu sampai 900 ribu rupiah, di range harga ini ada beberapa merk yang layak untuk dijadikan pilihan seperti Klymit dan Naturehike (untuk Klymit Static V sendiri sudah pernah saya buat reviewnya di post terdahulu), sedangkan untuk sleeping pad dengan harga dibawahnya (kisaran 300 ribu sampai 500 ribu rupiah) jujur saja saya tidak terlalu menganjurkannya dikarenakan sampai saat ini sleeping pad di range harga tersebut daya tahan dan kualitasnya tidak begitu bagus, bahkan cenderung menimbulkan banyak masalah kedepannya. Untuk itulah pada post kali ini saya akan mengulas tentang sleeping pad dari brand Naturehike sehingga bagi kalian yang berbudget ekonomis bisa mendapat gambaran mengenai kelebihan dan kekurangan dari sleeping pad tersebut


Saya mendapatkan Sleeping pad Naturehike ini dari salah satu distributor brand Naturehike untuk Indonesia yaitu Pindon Outdoor yang mengirimkan sleeping pad tersebut untuk kami tes dan review, sleeping pad ini juga merupakan pengganti dari sleeping pad Naturehike versi sebelumnya yang berbeda, yang kami tes sewaktu melakukan petualangan bersepeda, namun pada versi awalnya sleeping pad tersebut ternyata mempunyai kekurangan yang sangat vital yaitu pada kualitas materialnya yang saya rasa terlalu tipis sehingga rentan berlubang dan pada akhirnya memang benar-benar bocor hanya karena gigitan semut, kelemahan ini tentu saja sangat mengecewakan karena bagaimana mungkin sebuah produk untuk aktivitas luar ruang nyatanya tidak tahan untuk digunakan di medan luar ruang yang sebenarnya, oleh karena itulah pada tes sleeping pad naturehike versi terbaru ini kami mempunyai ekspektasi yang setidaknya harus lebih baik daripada versi sebelumnya

Ketika pertama kali menerima paket kiriman sleeping pad ini hal yang terlintas dipikiran saya adalah excited karena ternyata sekarang dimensi packingnya lebih ringkas, jauh berbeda dari versi sebelumnya. Menurut deskripsi yang tertera di stuff sacknya sleeping pad ini memiliki ukuran dimensi terpacking yaitu 10,5 cm x 25 cm dan memang setelah saya ukur sendiri ternyata benar (dan bahkan bisa lebih kecil lagi menjadi 10 cm x 24,5 cm), dengan dimensi terpacking yang ringkas seperti ini nyatanya sleeping pad Naturehike ini kini hampir tidak jauh berbeda dengan dimensi terpacking dari sleeping pad Klymit Static V, hal ini menjadi nilai plus karena dengan dimensi yang kecil seperti ini memudahkan untuk dimasukkan kedalam tas untuk dibawa saat hendak traveling


Perbandingan dimensi terpacking antara NH dengan Klymit


Kelengkapan dari paket sleeping pad ini terdiri dari sleeping pad itu sendiri, sebuah airbag inflatable atau kantong drybag untuk memompanya, dan stuff sack.



Faktor berikutnya yang kami jadikan penilaian adalah bobot atau berat dari sleeping pad tersebut, dimana pada deskripsinya disebutkan berat dari sleeping pad naturehike ini adalah 550gr (mungkin jika yang ditimbang hanyalah sleeping padnya saja maka hal tersebut mungkin benar adanya), tetapi setelah saya timbang sendiri (Sleeping pad, stuff sack, dan airbag inflatablenya) ternyata berat totalnya adalah 600gr. Jika dibandingkan dengan berat dari sleeping pad Klymit static V maka beratnya hanya terpaut 50gr saja, dimana Sleeping pad Klymit static V beserta stuff sacknya setelah ditimbang ternyata menunjukkan angka 550gr, hasil ini menunjukkan bahwa berat total dari paket sleeping pad Naturehike ini tidaklah terlalu jauh dan masih bisa dikategorikan ultralight

Berat Sleeping Pad Naturehike



Berat Sleeping Pad Klymit Static V



Untuk cara memompanya sendiri, sleeping pad Naturehike ini menggunakan metode yang sama persis seperti halnya proses inflate sleeping pad dari brand expeed, yaitu menggunakan airbag inflatable atau seperti drybag dengan belalai dibagian bawahnya yang memiliki valve untuk memompa, sehingga kita hanya tinggal menyambungkan valve yang ada di ujung belalai airbag inflatable dengan lubang valve yang ada di sleeping pad, selanjutnya kita hanya tinggal membuka kantong airbag (drybag) tersebut untuk menangkap angin lalu perlahan-lahan menggulung airbag tersebut sambil menekannya sehingga udara langsung terpompa dari airbag menuju sleeping pad tersebut, lagi-lagi hal ini menjadi nilai plus karena kita tidak perlu bersusah payah meniup menggunakan mulut, setelah 4-5x pengisian maka sleeping pad tersebut sudah siap untuk kita gunakan, sangat mudah dan cepat

Valve yang terdapat pada airbag inflatable


Valve yang terdapat pada sleeping pad



Cara inflatenya


Dimensi dari sleeping pad naturehike ini sendiri dalam keadaan tergelar menurut deskripsi yang tertera adalah 60cm x 186cm, namun setelah saya ukur sendiri ternyata dimensinya berukuran 60cm x 184cm, tidak terpaut terlalu jauh dan dengan lebar 60cm itu sendiri saya rasa cukup pas dan nyaman dengan lebar bahu manusia kebanyakan, panjangnya yang 184-186cm itu sendiri saya rasa juga sudah cukup pas untuk ukuran tubuh orang asia kebanyakan sehingga bagian kaki kita juga tidak menggantung keluar dari sleeping pad tersebut


Dengan desain horizontal tube (disinilah perbedaannya dengan sleeping pad dari brand Expeed yang modelnya vertical tube) saya rasa justru lebih nyaman jika dibandingkan dengan model vertical tube, dan dengan lebarnya yang 60cm menjadikan tubuh tidak mudah tergelincir jatuh keluar sleeping pad ketika posisi tidur kita menghadap kearah samping. Sleeping pad ini juga sudah dilengkapi dengan bantal yang berada dibagian atas, namun saya rasa fungsi bantal ini sendiri tidak terlalu berpengaruh karena tetap saja kita harus menggunakan bantal tiup atau alas kepala lainnya supaya lebih nyaman, peletakkan bantal ini mungkin hanya sebagai penunjuk arah dimana bagian dari sleeping pad ini yang diperuntukkan untuk posisi kepala kita


Ketebalan dari sleeping pad ini juga cukup tebal menurut saya jika dibandingkan dengan sleeping pad Klymit static V. Pada sleeping pad naturehike ini ketebalannya sekitar 8,5cm sehingga jika disandingkan bersebelahan dengan sleeping pad Klymit static V maka akan terasa sekali perbedaan ketinggiannya. Letak valve yang berada di bagian bawah juga membuat keberadaanya tidak terlalu mengganggu ketika kita berbaring, namun karena posisi penutup valve yang ada di bawah ini pulalah maka ketika kita tidur dan sleeping pad bergesekan dengan matras atau alas lainnya seringkali membuat penutup valve terbuka (namun angin tidak akan keluar, karena yang terbuka hanyalah penutup valve untuk inflatenya saja)


Penggunaan material 40D yang lebih tebal dari versi pendahulunya membuat sleeping pad ini terkesan lebih kuat namun juga tetap nyaman ketika bergesekan dengan kulit kita, tidak berdecit dan panas. Nilai plus lainnya dari sleeping pad ini adalah proses deflatenya yang cukup mudah dan cepat karena kita tinggal membuka penutup valve deflatenya saja sambil menggulung sleeping pad tersebut, bukaan lubang valve deflate yang cukup besar ini juga membuat proses pengempesan menjadi lebih cepat, secara pribadi saya lebih menyukai proses inflate dan deflate dari sleeping pad naturehike ini dibandingkan dengan Klymit (yang walaupun proses inflatenya tergolong mudah juga hanya membutuhkan sekitar 15x tiupan mulut, namun proses deflatenya justru lebih susah dan memakan waktu lebih lama)

Tidak perlu kuatir dengan ketahanan sleeping pad ini saat menerima beban


Kesimpulannya adalah bagi kalian penikmat kegiatan luar ruang atau traveling maka sleeping pad Naturehike versi terbaru ini benar-benar worth to buy, dari segi beratnya yang ultralight, dimensi terpackingnya yang kecil, kemudahan proses inflate dan deflatenya, serta harganya yang sekitar 700rb-an membuat perlengkapan outdoor ini layak untuk dimasukkan dalam list kebutuhan perlengkapan kalian, karena dengan kesempatan dan proses beristirahat yang maksimal tentunya akan membuat kalian lebih menikmati setiap petualangan berikutnya kan? :)

Buatlah perjalanan dan petualangan kalian menjadi hal yang menyenangkan, bukan merupakan siksaan. Make it fun, don’t make it hard :)

Saturday, 17 January 2015

Gear Review :Sleeping Pad Klymit Static V


Obyek review pada post kali ini adalah salah satu bagian dari perlengkapan camping yang mempunyai fungsi cukup vital terhadap proses recovery tubuh kita ketika beristirahat, yaitu sleeping pad (air matress / inflatable sleeping pad) klymit static V.

Kebanyakan dari kita yang suka melakukan aktivitas outdoor seperti camping, hiking, maupun bicycle touring (khususnya bikecamping / bikeovernight) tentunya sudah paham pentingnya penggunaan sleeping pad, namun terkadang ada juga beberapa orang yang bahkan belum pernah mendengar tentang apa itu sleeping pad (air matress).

Dari pengalaman saya berjumpa dan berbincang-bincang dengan beberapa goweser jarak jauh di Indonesia, kebanyakan dari mereka ketika sedang melakukan perjalanan jarak jauh terkadang hanya membawa perlengkapan camping seperti tenda (dengan footprint dan flysheetnya), menggunakan bivac dan hammock, matras serta sleeping bag saja, karena dalam perencanaan rute perjalanannya mereka sudah berkoordinasi terlebih dahulu dengan rekan-rekan goweser lain di kota-kota berikutnya yang akan mereka singgahi untuk sekedar menumpang beristirahat, sehingga penggunaan tenda dan segala macam peralatan camping lainnya hanya digunakan pada saat-saat darurat saja jika mereka tidak menemukan tempat persinggahan sementara dalam perjalanannya

Namun hal berbeda justru terjadi dengan teman-teman pesepeda jarak jauh dari luar negeri yang sering singgah dibasecamp goweswisata dalam bagian dari petualangan bersepeda keliling dunianya, dari merekalah saya banyak belajar tentang apa saja yang sekiranya perlu dipersiapkan secara teknis jika ingin melakukan aktivitas bersepeda jarak jauh (tentunya juga berhubungan dengan gaya touring seperti apakah yang kita inginkan). Bagi mereka yang melakukan touring secara mandiri (tidak bergantung kepada bantuan penginapan dari rekan-rekan pesepeda di kota destinasi tersebut), meminimalisir penggunaan hotel atau guest house, dan lebih memilih untuk mendirikan tenda untuk menghemat budget serta merasakan “kebebasan” dari petualangannya maka penggunaan sleeping pad (disamping tenda dan peralatan camping lainnya) mempunyai peran cukup vital bagi proses recovery yang dibutuhkan oleh tubuh kita setelah seharian lelah mengayuh sepeda melewati berbagai medan dan cuaca yang tidak bisa diprediksi

Jika kita hanya mengandalkan penggunaan matras saja pada saat beristirahat, proses recovery yang dibutuhkan oleh tubuh (khususnya bagian punggung) menjadi tidak akan maksimal, keesokan harinya tubuh kita masih akan merasa pegal sedangkan kita masih harus melanjutkan perjalanan pada saat itu juga, sehingga bayangkan seperti apa rasa lelah tersebut akan terus menumpuk selama perjalanan, yang otomatis juga akan menyebabkan perjalanan kita terasa menyakitkan dan kita merasa sulit untuk menikmati perjalanan tersebut

Lalu sleeping pad seperti apakah yang cocok untuk kita bawa saat camping? Well… pertanyaan seperti ini tentu saja menghasilkan jawaban yang beraneka ragam, karena tolak ukur kenyamanan setiap orang tentu saja berbeda-beda

Sekarang ini sudah banyak produk-produk sleeping pad yang beredar dipasaran, kita hanya tinggal memilih sesuai dengan budget dan selera yang kita mau. Untuk saya pribadi, ketika saya memilih untuk mulai menggunakan sleeping pad maka saya juga melakukan sedikit survey dan mencari informasi dari masing-masing sleeping pad tersebut, baik dari segi harga, kemudahan mengisi angin dan mengempiskannya, dimensi ketika terpacking dan unpacking, bobot keseluruhan, kelengkapan, serta kualitas material yang digunakan, terlebih karena saya pasti membawanya sembari melakukan kegiatan bersepeda jarak jauh sebagai sarana transportasi utama saya maka pertimbangan-pertimbangan tersebut (dimensi dan berat) harus saya cermati dengan benar sebelum akhirnya saya menjatuhkan pilihan ke produk sleeping pad dari Klymit, dengan tipe Klymit Static V


Dengan kisaran harga yang ditawarkan antara 700rb – 800rb (tergantung penjual dan lokasi kita membeli), awalnya saya merasa “wow, sleeping pad ini cukup mahal juga ya”, tetapi karena sebelumnya saya sempat melakukan bikecamping di Kalikuning dengan hanya menggunakan matras biasa saja sebagai alas tidur saya didalam tenda, esoknya saya merasakan bagian punggung terasa sangat pegal padahal masih harus melanjutkan perjalanan pulang lagi, dari situlah mulai terpikir untuk trip yang hanya 2 hari saja rasa pegal sudah seperti ini, proses recovery yang dibutuhkan juga tidak maksimal, lalu bagaimana jika harus melakukan perjalanan bersepeda jarak jauh dalam rentang waktu yang lebih lama lagi kedepannya? Apalagi gaya touring yang biasanya saya (kami, tim goweswisata) lakukan seringkali lebih menyukai camping daripada menggunakan guest house, hotel, atau menumpang di rumah teman. Mungkin juga karena kami lebih menyukai menyatu dengan alam, melatih kemampuan dasar survival, kebebasan, fleksibilitas dan privacy ketika melakukan camping daripada ketika menumpang di rumah teman (rasa tidak enak merepotkan orang lain), sekaligus juga menghemat budget jika harus menginap di hotel (maklum kami termaksud yang touring dengan mengefisienkan anggaran selama perjalanan hehe). Oleh karena itulah dari sekian banyak sleeping pad yang ada maka saya mencoba mengorder produk ini

Setelah menunggu paket kiriman sampai (dengan bentuk terpackingnya yang sangat ringkas sekali) saya mulai mencoba untuk merasakan seperti apa sih kenyamanan yang ditawarkan oleh sleeping pad klymit static V ini, hingga akhirnya setelah beberapa kali mencoba di segala macam situasi selama petualangan gowes, saya pun mulai menulis review terhadap produk ini

Perbandingan dalam ukuran terpacking


Dalam paket pembelian sleeping pad ini, kelengkapan yang menyertainya antara lain : sleeping pad (air matress) itu sendiri, stuff sack (sarung pembungkus), patch kit (perlengkapan menambal, terdiri dari lem dan beberapa lembar bahan material yang sama dengan sleeping pad itu sendiri).

Dengan ukuran terpacking yang kurang lebih sama dengan botol minum ukuran kecil (dimensi terpacking sekitar 19cm x 9,5cm x 6,5cm) dan dengan berat sekitar 470-500gr (termasuk kategori ultralight gear) tentunya sleeping pad ini tidak akan memakan terlalu banyak ruang kompartemen dalam pannier kita (nilai plus dalam hal ukuran packing dan berat yang ditawarkan), sehingga mudah untuk dibawa ketika melakukan perjalanan jauh



Berikutnya dalam hal kemudahan mengisi angin serta mengempiskannya, menurut data spesifikasi dari produsen, untuk mengisi angin dilakukan dengan cara meniup secara manual mengggunakan mulut dengan jumlah tiupan sekitar 10-15x tiupan saja, namun dalam kenyataannya saya meniup sebanyak 16-18x sebelum sleeping pad ini siap digunakan (mungkin tergantung juga dari kemampuan tiupan setiap orang yang berbeda-beda). Proses ketika meniup juga tidak terasa berat, mungkin karena aliran udara yang masuk dapat tersebar secara merata dan efisien dalam sleeping pad dikarenakan pola yang berbentuk huruf V (V Chamber Design). Dimensi sleeping pad sendiri ketika mengembang atau siap digunakan berukuran sekitar 183cm x 59cm, dengan ketebalan 6,5cm, sehingga cukup nyaman untuk digunakan sesuai postur tubuh rata-rata orang Indonesia(asia) yang mempunyai tinggi sekitar 170cm – 180 cm. Satu-satunya hal yang terasa agak mengganggu (menurut saya) hanyalah letak valve untuk meniup, yang terletak tepat di sisi kanan bagian kepala dari sleeping pad tersebut. Proses mengempiskan (deflating) sleeping pad ini mungkin bisa dibilang gampang-gampang susah, karena jika kita ingin benar-benar mengempiskannya maka kita harus menekan sembari mengurut sleeping pad tersebut, yang tentunya lebih mudah jika dilakukan di atas lantai (membutuhkan kontur alas yang rata) dibanding jika kita harus mengempiskannya diatas lapisan yang berkontur seperti tanah atau bebatuan. Setelah sleeping pad benar-benar kempes maka langkah berikutnya hanya tinggal melipat dan menggulung saja, cukup singkat dan mudah

Letak valve di sisi kanan bagian kepala


Dalam keadaan tergulung ketika hendak mempacking


Dengan bagian permukaan yang berpola seperti huruf V (V Chamber Design), produsen Klymit menjelaskan bahwa pola seperti itu dibuat berdasarkan hasil riset mereka dengan menyesuaikan terhadap bentuk tubuh manusia supaya pengguna merasa nyaman (body mapping technology / anatomical body mapping) ketika berbaring diatasnya, dan memang pada saat menggunakannya saya merasa sangat nyaman dan tidak tergelincir ketika tidur dalam posisi miring bolak-balik, bahkan dapat tidur lebih nyenyak dibandingkan ketika menggunakan kasur busa (entahlah, mungkin juga karena rasa lelah juga membuat tidur menjadi lebih nyenyak) walaupun mungkin awalnya kita merasa sedikit ragu apakah sleeping pad ini kuat menahan beban tubuh, perasaan takut jika sleeping pad ini meletus sepertinya terasa wajar pada awalnya, namun setelah kita coba menggunakannya, perasaan takut yang ada justru berganti menjadi rasa nyaman dan yakin dengan kekuatannya

V Chamber Design


Penggunaan material 70 denier polyester fabric pun terasa cukup nyaman ketika bergesekan dengan permukaan kulit, kualitas bahan ini pun sudah cukup teruji, setiap sambungannya juga benar-benar rapi dan presisi, tidak mengherankan karena brand klymit sendiri juga bukanlah sebuah brand kacangan atau pemain baru, sehingga mereka juga melakukan quality control terhadap setiap produk yang dibuatnya

Lapisan bagian atas


Lapisan bagian bawah


Dengan harga yang cukup ekonomis jika dibandingkan dengan beberapa produsen sleeping pad lainnya, kualitas yang ditawarkan oleh klymit terasa melebihi harganya. Dari segi harga, dimensi packing, serta bobotnya jelas sekali klymit seakan tidak terkalahkan ketika harus bersaing dengan nama besar produsen sleeping pad lainnya, bagaimanapun juga menurut saya secara pribadi, jika kita ingin mencoba melakukan aktivitas bersepeda jarak jauh dengan gaya touring mandiri, maka berinvestasilah pada beberapa hal berikut, antara lain : sepeda, perlengkapan camping, panniers, perlengkapan masak dan makan, peralatan bersepeda, serta apparel. Dengan memberi perhatian lebih pada hal-hal tersebut kedepannya maka kita dapat menikmati perjalanan karena tidak akan direpotkan oleh masalah-masalah teknis yang diakibatkan buruknya kualitas barang yang kita beli dan bawa. Dan karena saya termasuk tipe goweser yang menikmati setiap saat-saat beristirahat atau tidur setelah lelah seharian mengayuh sepeda, maka berinvestasi terhadap keputusan menggunakan sleeping pad seperti klymit static V ini merupakan keputusan yang sangat tepat dan tidak saya sesali.


Dengan tidur yang nyenyak dan proses recovery yang lebih maksimal, saya juga dapat lebih menikmati setiap petualangan ini untuk kemudian menuangkan setiap pengalaman tersebut dalam setiap post pada blog ini

Semoga post kali ini cukup membantu para pembaca dalam menentukan pilihan mengenai sleeping pad seperti apakah yang cocok, dan apakah penggunaan sleeping pad memang sangat penting? Semua jawaban tergantung kepada gaya touring yang diinginkan, perencanaan rute, lamanya waktu bertualang, budget, dan berbagai pertimbangan personal lainnya.